Minggu, 21 Oktober 2012

MERUBAH GAYA HIDUP

Kita sering mengikuti gaya hidup yang sedang trend di dunia ini, dengan anggapan kita mengikuti gaya tersebut kita menjadi diterima di lingkungan kita. Gaya hidup kita dipengaruhi oleh gaya hidup orang tua dan orang-orang disekitar kita. Anak bisa jadi adalah korban dari lingkungannya.
Gaya hidup menjadi hal yang mengikat kita dengan dunia ini yang membuat kita tidak layak mengikut Yesus seperti orang muda yang banyak harta (Mat 19:16-26).
 
Kita harus sadar bahwa hidup yang lama yang diwarisi dari nenek moyang, telah berlalu dengan cara ditebus dengan darah Kristus.

1 Pet 1:
18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Kita harus meninggalkan gaya hidup yang penuh hawa nafsu untuk memiliki harta dunia kepada hidup berkenan kepada Tuhan dan menjadi kudus di dalam seluruh hidup kita karena Bapak kita adalah kudus.

1 Pet 1:
13. Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 
14. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Kita adalah musafir atau pendatang di dunia ini, rumah kita adalah di surga. Selama kita menumpang di dunia ini harus senantiasa takut akan Tuhan. Hati kita gelisah apakah kita senantiasa berkenan kepada Tuhan? Apakah gaya hidup kita sudah sama dengan gaya hidup penghuni kerajaan surga?

17. Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.


Kalau begitu menjadi anggota kerajaan surga itu adalah sulit atau tidak mudah seperti onta masuk ke lubang jarum, harus dipreteli dulu satu persatu yang melekat pada tubunhnya dan jongkok untuk dapat melewatinya. Bagaimana dengan kita yang mengaku pengikut Kristus apakah kita dapat masuk kedalam kerajaan Surga tersebut? Tidak ada cara yang lain selain kita NEKAD untuk berjuang sepanjang akhir hidup kita untuk menyelesaikan perlombaan tersebut untuk masuk garis finish masuk ke Langit Baru dan Bumi Baru yang dijanjikan. Kalau kita biasa-biasa saja dan tidak NEKAD atau bahkan "GILA" untuk senantiasa berkenan kepada Tuhan maka perlu ditinjau lagi hasrat kita untuk masuk ke dalam kerajaan Surga tersebut.

Hidup NEKAD dalam mengiring Tuhan tentunya seluruh hidup dan aktivitas kita hanyalah untuk kemuliaan dan mempermuliakan Tuhan semata, bukan untuk kepentingan kita pribadi. Giat belajar Firman dan aktif di berbagai pelayanan Tuhan adalah satu satunya cara. Mari jemaat untuk giat belajar Firman dalam kesempatan yang ada termasuk dalam K3R yang dilaksanakan setiap Rabu dua minggu sekali untuk sama-sama bersiap menyongsong Langit Baru dan Bumi Baru.

(Diringkas dari Kotbah Pdt. Dr. Erastus Sabdono, 21 Oktober 2012 di GBI Rehobot Taman Harapan Baru)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar