Minggu, 27 Januari 2013

LOKASI K3R - RABU 30 JANUARI 2012, PUKUL 20.00 WIB


K3R- 1

Wilayah:     Boulevard Hijau, Harapan Indah 2, Bintara, Jakarta Garden City  dan Perumnas 1

Rumah Bpk Suagus, Harapan Indah 2 Blok HO 6/19 (08176004627)


K3R- 2

Wilayah:    Pejuang Jaya dan Harapan Indah 1

Rumah  Ibu Wulan, Salak V Blok RP No. 5


K3R- 3

Wilayah:     Taman Harapan Baru

Rumah Bpk Zebedeues , THB  C3 No. 35


K3R- 4

Wilayah:   Puri Harapan, Wahana Harapan dan Pertanian

Rumah Bpk Amrin ,  Puri Harapan Blok A1 no.25  (081389724232)

K3R-5

Wilayah:     Pesona Anggrek, Prima Harapan, Villa Anggrek  dan Tytian Kencana

Rumah Sdr  Chistien, Villa Mutiara Gading 3  Blok A9 No.5   


K3R-6

Wilayah:     PUP  Sektor, Taman Candra Baga

Rumah Bp Didik Krispuryani THB Blok.K1 No.26

(081382117931)

K3R- 7
Wilayah:     PUP 1 Blok A,B,C,D,E,F,G
Rumah Ibu Naomi,  PUP blok A 6 no.14       021-8881370
K3R- 8
Wilayah:     PUP 2 Blok AC,AD,AE,AK,AF,
Rumah Ibu Titi, PUP Blok D25/16 (021-8880487)
K3R- 9
Wilayah:     PUP 3 Blok G1, GG, HH, II, LL, MM
Rumah Ricky Suryana, PUP Blok HH7/ 8
K3R-10
Wilayah:  PUP 4 Blok AL, AM,AN
Rumah bpk Reben Simanjuntak, PUP AM 3 No.4
K3R- 11
Wilayah:     Vila Mutiara Gading
Rumah Ibu Nitra, Villa Mutiara Gading Blok B4 /14 

TANYA JAWAB : Bagaimana kita sebagai anak Tuhan memandang uang ?


Pertanyaan :

Syalom Pak Pendeta !

Bagaimana kita sebagai anak Tuhan memandang uang ?

Bagaimana pandangan Alkitab mengenai uang biar tidak "matre"?

 

Jawab :

Kita harus mengakui bahwa uang uang itu sangat menggiurkan, punya kekuatan yang besar. Uang itu menjanjikan banyak hal, ia menjanjikan kebahagiaan, kenyamanan, ketentraman. Tidak heran jika Salomo pernah berkata :  uang memungkinkan semuanya (Pengkotbah 10:19 ).

 Benarkah uang menjanjikan kebahagiaan, kenyamanan dan ketentraman ? tidak juga, banyak orang punya banyak uang tapi tidak bahagia, tidak nyaman dan tidak tentram juga. karena bicara kebahagiaan itu batiniah sifatnya, uang yang sifatnya lahiriah atau sementara tidak bisa mengisi jiwa atau batiniah kitabyang kekal sifatnya.

John Rockefeller : saat jadi orang terkaya di dunia, ia ditanya berapa jumlah uang lagi yang dia ingini agar ia puas. Ia menjawab sedikit uang lagi. Sejatinya uang tidak akan bisa memberi kepuasan, sekalipun Rockfeller mengatakan sedikit uang lagi akan memuaskan dia. Jelas uang bukan segalanya dan tidak bisa memuaskan kita, jadi jangan salah memandang atau memperlakukan uang. Mari kita pelajari bersama :

 

Apa itu Uang ?

Uang adalah temuan atau ciptaan manusia. Uang sangat mempermudah tranksaksi jual beli. Dulu hanya  ada barter untuk jual beli/alat tukar. Mau beli sesuatu barter dengan hasil ladang. Kita berterimakasih manusia menciptakan uang untuk alat tukar yang luar biasa.
Hakekat Uang
Pada hakekatnya uang itu tidak ada nilai/harganya. Manusia diseluruh dunia yang membuat nilai uang itu sendiri sehingga bernilai. Manusia yang sepakat dan mempercayakan uang sebagai hal yang bernilai untuk menjadi alat tukar.
 
Uang itu netral. Pada dasarnya uang itu, seperti senjata tidak salah pada dirinya.
 
Uang/kekayaan adalah sesuatu yang tak tentu (uncertain rich)
Uang/kekayaan adalah kata benda. Dan kata benda itu tidak ada nilainya jika berdiri sendiri. Kata benda harus didampingi kata sifat baru ada artinya. Contohnya, kursi. Kursi tidak memberi nilai apa-apa baik atau jelek, tetapi kursi yang bagus (good chair) barulah ada nilainya. Alkitab mencatat : kata sifat yang mendampingi uang/kekayaan adalah uncertain/sesuatu yang tidak tentu (1 Tim 6:17).  Jadi uang itu bersifat tak tentu. Uang/kekayaan yang tidak tentu/tidak pasti (uncertain rich) artinya : bahwa uang itu bisa hilang dan meninggalkan kita, berubah, tidak segala-galanya, tidak bisa memberi kebahagiaan, tidak bisa menjamin hari esok sekalipun kaya, uang tidak segala-galanya.
 
Ketika seseorang kepedalaman, sekalipun banyak uang, uang itu tak bisa berbuat banyak.
Bandingkan Lukas 12:15.
Uang hanya alat/ sarana bukan Tujuan
Uang hanyalah alat untuk memuliakan Tuhan, bukan tujuan. Jangan dibalik. Tuhan dijadikan alat, dan uang menjadi tujuan hidup. Kita memang butuh uang tetapi hanya alat saja.
Jika uang dijadikan tujuan, kita telah menyimpang, ini menyebabkan manusia cinta uang. Atau orang yang cinta uang telah menjadikan uang adalah tujuan. Uang itu adalah hamba, bukan tuan bagi kita.
Bahaya terbesar bagi manusia berkenaan dengan uang : CINTA UANG.
Mengapa bisa cinta uang ? Karena memutuskan untuk mencintai uang.  Di dalam cinta mengandung unsur keputusan, aktif, dan proaktif. Uang dijadikan tujuan hidup. Menjadikan uang segala-galanya
Cinta uang ditambah dengan keinginan dasariah manusia yang tak bisa terpuaskan, maka ia akan terus mencari dan mengasihi uang, menjadikan uang kepuasan prima atau nilai diri sehingga apapun akan dilakukan untuk mendapatkannya, pada kenyataannya uang itu walaupun terus dicari dan dikasihi tetap tidak cukup untuk memuaskan jiwa.
Mengucapsyukur dengan uang/ kekayaan yang kita miliki baik itu banyak atau sedikit. Puas dengan apa yang ada.

AKTIVITAS DIAKONIA PADA MUSIBAH BANJIR


Musibah banjir menjadi hal yang tidak asing lagi bagi yang bermukim di jabodetabek. Tahun ini seperti telah diperkirakan telah terjadi pada tgl. 17-18 Januari lalu, dan tidak ketinggalan air yang selalu mencari tempat yang lebih rendah singgah juga di daerah Bekasi dan sekitarnya. Banjir tidak memandang status kaya dan miskin, anak Tuhan atau bukan, dan terbukti hal ini menimpa juga aggota jemaat GBI Rehobot THB. Untuk membantu beban yang kena musibah, bidang diakonia turun tangan, berikut adalah liputannya.
Bermacam-macam reaksi orang menghadapi banjir ini, ada yang bersedih sejenak, ada yang kaget, tetapi ada  juga yang ceria dan gembira. Tukang gerobak dorong panen raya. Mereka dengan gesit memindahkan orang-orang yang terjebak banjir pake gerobaknya. Sekali dorong dibandrol tarif antara 50 – 150 ribu. Mantap euy, mahalnya, padahal jaraknya cuma 4-5 gawang tiang listrik. Keterlaluan juga yah berbahagia di atas penderitaan orang lain…..
Menghadapi situasi yang mencekam ini, Tim Diakonia Rehobot THB segera bergerak, Siaga-1. Dipimpin ketuanya, Bapak Zebedeus. Walaupun tempat kediamannya juga dikepung banjir, ia nekad ke luar rumah dan mempersiapakan bantuan untuk jemaat yang pastinya sangat membutuhkan.
Kamis, 17 Januari 2013 Pukul 16.00 tim yang terdiri dari : Bp. David, Bp.Ucok, Bp. Didik, pak Edwin, Bp.Nainggolan, Ib. Budi, Ib. Ricky membungkus logistic yang akan dibagikan kepada jemaat di sekretariat gereja. Tangan-tangan yang penuh kasih bergerak cepat menyiapkan paket bantuan. Setelah itu, diadakan pendataan melalui para koordinator dan wakil K3R untuk memantau siapa-siapa jemaat yang memerlukan bantuan.
Pukul 17.30 Bp. Zebedeus, Bp. David, Bp. Didik bergerak menembus banjir menuju beberapa rumah jemaat, sedangkan Bp.  Edwin dengan motor juga mengunjungi jemaat untuk membawa paket bantuan. Jam 19.30 tim pulang karena ketinggian air di beberapa tempat tidak mungkin untuk dilalui.
Hari Jumat pukul 10, tim kembali bekerja. Paket bantuan ditambah lagi karena masih ada jemaat yang membutuhkan. Kali ini timnya adalah, Bp. Zebedeus, Bp. Indra, Bp. Fridson, Bp. Didik, Bp. Edwin, Ib. Budi, Ib. Evy, Ib. Ricky, Ib. Ester, Ib. Merry. Sekitar Pukul 18.30 tim akhirnya menyelesaikan pekerjaan itu.
Terbukti, keberadaan K3R sangat efektif untuk memantau keadaan jemaat. Maka dari itu dihimbau kepada jemaat, agar segera bergabung dengan K3R terdekat, atau membuka K3R baru di wilayah tempat tinggalnya…..
 
 
 
 

 

PROFIL : INDRA JOHANSYAH


Bernama lengkap Indra Johansyah. Bapak 3 orang anak, beristri satu dan bercucu 5 orang ini, lahir di Jakarta tanggal 16 September 1956. Pria murah se-nyum ini mempersunting Rianti Prayitno pada tanggal 4 Desem-ber 1977. Putra tertua bernama Ronald BY, ke-dua Raymon BY dan Rosita Permata Yohansyah. Kelima orang cucunya adalah : Michael, Michelle Mercyana, Messy, Jasmine dan Christian.

Terlahir dari keluarga Budha, Indra muda menganut agama leluhurnya tersebut. Namun, ada kegelisahan yang mendalam dijiwanya untuk mencari kebenaran sejati. Pencarian itu membuatnya “bereksperimen” dengan imannya. Tahun 1987 ia mencoba menemukannya di pesantren. Lalu mendalami Budha Jepang. Tetapi itu semua tidak memberi jawaban di hatinya. Sementara itu sang Istri yang adalah Katolik, tidak henti-hentinya berdoa dan mengajak Pak Indra untuk beribadah ke gereja. Tetapi pak Indra selalu memberi jawaban yang mencibir, “Ntar aja deh saya ke gereja di Tahun Kuda”. Sebuah perkataan yang hanya pak Indra saja tahu artinya. Hampir setiap malam ketika pak Indra tidur bu Rianti sambil tumpang tangan, mendoakan suami tercinta. Tipikal pekerja keras, beberapa hari setelah menikah, pasangan ini membuka warung dengan modal 375 ribu rupiah – pemberian orangtua, di daerah Sunter. Sementara bu Rianti dagang di rumah, Pak Indra tidak tinggal diam, ia beli sebuah bajai dan mengemudikannya. Tahun 1979, pak Indra ‘narik’ Oplet jurusan Senen – Kota. Selain itu ia juga bekerja di bengkel Bubut.

Toko sembako tersebut berkembang. Tetapi ditengah-tengah limpahan berkat, “sesuatu” terjadi, ada konflik dalam keluarga besar, akhirnya pada tahun 1990, toko sembako itu ditutup. Peristiwa itu tidak memudarkan semangat hidup keluarga ini. Tahun 1992, pak Indra mengontrak tempat usaha di Teluk Buyung, jalan Perjuangan 61 dan membuka bengkel bubut. Usaha tersebut berkembang dengan mantap. Bersamaan itu, pergumulan ibu Rianti di dengarkan Tuhan.

Setelah pindah ke Bekasi, ibu Rianti berjemaat di GBI Gunung Moria dan terlibat dalam pelayanan. Tahun 1997, pak Indra membuka hati dan dibaptis. Di tahun itu juga, mereka membeli tempat itu. Krisis 1998, keluarga ini mengalami kasih karunia Tuhan dengan sangat luar biasa.

Tahun 2006 pak Indra ditahbiskan menjadi Pdp. di GBI Bukit Moria. Tahun 2008, mereka pindah ke GBI Rehobot dan aktif melayani. Selain sebagai Koordinator K3R-1, Pak Indra juga wakil Gembala Rehobot THB. Tahun 2006 ibu Rianti mengalami hipertensi yang menyebabkannya kena stroke. Perjalanan panjang yang telah mereka tempuh tak menyurutkan cinta pak Indra kepada Ibu Rianti. Justru keadaan ini membuat mereka semakin mesra dan memaknai arti cinta yang sejati. Suami-istri, anak-anak – semua anggota keluarga harus saling melengkapi. Menurut pak Indra kunci kerukunan dalam keluarga adalah setiap orang harus bisa menyesuaikan diri satu dengan yang lain. Hidup harus terarah dengan mengelola waktu sebaik-baiknya. Pergunakanlah waktu yang ada (Efesus 5:16).

Bp. Indra bersama keluarga

 

Minggu, 13 Januari 2013

PROFIL : PANTAS NAINGGOLAN


Pria yang bernama lengkap Pantas Nainggolan ini, lahir di Tapanuli Utara pada tanggal 7 Agustus 1963. Ia memutuskan mengucapkan janji setia sehidup semati dengan Rusmika boru Manalu, “tetangganya” sekampung pada tahun 1987. Jadi, sudah 25 tahun mereka mengarungi samudra kehidupan ini dengan segala suka dan duka. Pasangan ini dikaruniai Tuhan 4 orang putra-putri, yaitu El-Roi Pradana, ST, kedua Ester Putri Irene, ketiga, Elvis Putra Delafega, dan sibungsu Elshaddai  Indah Kurnia. Roi, putra sulung telah menyelesaikan pendidikan di perguran tinggi, sarjana tehnik.

Sosok pribadi pelayan Tuhan yang satu ini sangat low profile. Chasing khas Batak dengan wajah garang tetapi soal hati “mengalahkan wong solo” – apalagi setelah ia menerima Tuhan Yesus. Dibalik wajah khas Bataknya, sisi kelembutan akan terasa ketika kita berdialog dengan beliau. Kebapakan dan sangat dicintai oleh keluarga. Hubungan dengan anak-anak sangat dekat dan hangat.

Sungguh keputusan yang sangat tepat untuk menikahi Rusmika boru Manalu, sosok wanita luar biasa yang dengan setia dan sabar mendampinginya hingga saat ini. Sebelum hidup dalam Tuhan, kehidupan Pantas Nainggolan tidak jauh dari Lapo Tuak. Sekalipun aktif dikelompok KOOR, justru sehabis latihan di gereja HKBP Cakung, Jumat malam, nyampe rumah bisa Sabtu dini hari, karena keasyikan “Mar-mi-tu di lapo”. Terkadang mobil menjadi “losmen” tempat nginap semalem, karena tidak tega atau – ‘takut’ membangunkan istri yang sudah tidur pulas. Waktu itu keadaan ekonomi cukup baik, karena ia menjabat posisi yang mantap di PT Lampiri.

Menghadapi tingkah laku suami, ibu Rusmika mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ia berkenalan dengan ibu Henny Noya dan sangat aktif dalam persekutuan doa. Tanpa disangka-sangka tahun 1998, setelah 14 tahun mengabdi, pak Nainggolan dipecat dari PT Lampiri, sesuatu yang sebenarnya tidak mungkin terjadi, sebab ia adalah pegawai yang paling berprestasi di kantor itu.

Tetapi Tuhan punya skenario lain, keadaan ini menjadi titik balik bagi pribadi-nya. Pada tahun 1999, di Gereja Pantekosta Pimpinan Roh Kudus, ia membuka hati dan menerima Tuhan Yesus di hidupnya. Pertobatannya tidak setengah-setengah, ia giat melayani Tuhan bahkan sempat menjadi wakil gembala Pdt. Musa Luntungan di Gereja tersebut.

Pada tahun 2000 pak Nainggolan bergabung dengan GBI Rehobot yang saat itu gembala wilayahnya adalah Bapak Gunawan. Bapak Budi mengajaknya menjadi aktifis, dan saat ini menjadi Tim Penggembalaan Wilayah. Pada Tahun itu juga Tuhan memberinya pekerjaan di PT Anten Asri Perkasa – hingga saat ini. Ibu Rusmika berkata, “Tidak ada yang lebih nikmat dalam hidup ini selain hidup dalam Tuhan. Ikut Tuhan itu selalu ajaib – tidak pernah kekurangan, walaupun ada  yang berkurang.  Maka mari kita jalani hidup ini dengan hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12). Pak Nainggolan berprinsip “Keluarga harus kompak, suami, istri dan anak-anak. Saling mengisi dan menjaga keseimbangan satu dengan yang lain. Jangan pernah takut menghadapi hidup ini, sebab hidup kita dijamin Tuhan.”


 

TANYA JAWAB : ajaran Alkitab soal memberi?


Pertanyaan :
Syalom pak Judika ! Bagaimana ajaran Alkitab soal memberi. Apakah kita menggunakan persepuluhan atau apa ya pak  Terima kasih.
 

Perjanjian Lama mengatur persepuluhan itu untuk Lewi, orang asing, anak yatim, dan janda (Ulangan 14:22-29) dan itu ditujukan khusus kepada bangsa Israel.  Siapa yang dimaksud dengan Lewi bagi kita sekarang? Sebagian gereja menafsirkan Lewi adalah orang yang melayani Tuhan sebagai "full timer" di gereja (Pendeta dan pengerjanya). Apakah benar demikian ? Kalau kita umat Perjanjian Baru, kita tidak terikat dengan persepuluhan. Persepuluhan yaitu sepersepuluh dari penghasilan bukanlah kewajiban yang harus diberikan dan jika tidak diberikan maka kita mencuri milik Tuhan. Sepersepuluh adalah milik Tuhan, lalu bagaimana dengan 90% nya, apakah itu milik kita ? Tentu tidak. Jadi 100% adalah milik Tuhan. Perjanjian Baru tidak pernah memerintahkan agar umat wajib memberi persepuluhan. Tuhan menyinggung persepuluhan dengan menegur orang Farisi yang merasa sudah benar dengan membayar persepuluhan (bagian luar), tetapi hatinya bobrok, munafik. Itu saja. (Luk 11:37-42).

Perjanjian Baru mengajarkan : Paulus berkata bahwa kita mempersembahkan hidup kita...(Rom 12:1), bukan sebagian, bukan sepersepuluh, tetapi seratus persen (100 %). Artinya semuanya adalah milik Tuhan, tidak ada penggunaan uang yang menyimpang : Untuk keluarga, pekerjaan Tuhan, tabungan dan lain-lain. Paulus memberikan pedoman yang luar biasa sebagai motif memberi persembahan 2 Kor 9:7


1. Memberi dengan kerelaan hati
2. Memberi tidak dengan sedih hati
3. Memberi bukan karena paksaan
4. Memberi dengan sukacita
 
Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan, atau pengenalan kita akan Tuhan akan terlihat atau terpancar dari bagaimana cara kita memberi, atau kerelaan kita memberi. Itu sebabnya tidak salah kalau kita katakan : "Memberi adalah ekspresi iman". Memberi itu juga adalah sebuah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Tidak kebetulan jika seorang anak Tuhan memberi. Jika ada orang yang patut ditolong, ada pekerjaan Tuhan yang harus dibantu dan kita tahu hal demikian,  maka itu adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk ambil bagian dalam Kerajaan Tuhan. Memberipun adalah sebuah kehormatan yang Tuhan berikan kepada kita.

 
Berapa besar jumlah persembahan yang akan kita beri ?
 
Alkitab perjanjian Baru tidak menyebutkan jumlahnya sebagai sebuah keharusan. Tidak ada diatur mengenai berapa persen jumlahnya. Jumlah yang kita beri itu sukarela dan ditentukan bagaimana kita mengenal Tuhan kita, bagaimana hubungan kita dengan Tuhan akan terlihat dari jumlah dan cara kita memberi persembahan.

Ada orang melimpah hartanya tetapi pelit atau memberi dalam jumlah yang kecil, yang jauh dibanding jumlah hartanya. Kita dapat memastikan ia pasti tidak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, ia tidak memahami kasih karunia Tuhan yang telah menyelamatkannya dari kebinasaan, ia pasti tidak menyadari atau tidak mengerti atau tidak setuju bahwa semua yang dimilikinya dari Tuhan dan tragisnya ia merasa mendapatkan semua yang dimilikinya karena kemampuan atau kepintarannya.
Disinilah tugas gereja harus mengajarkan Kebenaran Tuhan agar jemaat mengerti siapa dirinya dan tahu untuk apa ada dibumi ini. Dan mereka memiliki hati yang mengasihi sehingga dengan rela menyisihkan uang mereka untuk membantu mereka yang patut dibantu seperti orang miskin, janda/duda yang sudah tidak bisa menafkahi dirinya sendiri, para pelayan Tuhan yang berkurangan, dan lain-lain.
Gereja sebagai lembaga dalam hal ini harus membantu mereka. Gereja tidak boleh memperkaya diri dan mengabaikan mereka yang membutuhkan pertolongan.
Tuhan memberkati   !

LOKASI K3R MINGGU INI : 16 JANUARI 2013, PUKUL 20.00


K3R- 1

Wilayah:     Boulevard Hijau, Harapan Indah 2, Bintara, Jakarta Garden City  dan Perumnas 1
Rumah Bpk Nainggolan, Cluster Adenium A2 No. 22, Bulevar Hijau (samping sekolah Galatia)
(081380772277)
 

K3R- 2

Wilayah:    Pejuang Jaya dan Harapan Indah 1
Rumah Bpk Aseng, Jl Salak 4 Blok RQ No.15 

 
K3R- 3

Wilayah:     Taman Harapan Baru
Rumah Bpk Niko  , THB blok C1 No. 9 (02170229029)

 
K3R- 4

Wilayah:   Puri Harapan, Wahana Harapan dan Pertanian
Rumah Bpk Amrin ,  Puri Harapan Blok A1 no.25  (081389724232)


K3R-5

Wilayah:     Pesona Anggrek, Prima Harapan, Villa Anggrek  dan Tytian Kencana
Rumah Bu Indah Ester, Villa Mas Indah Blok D 4 No.10 (081311634345)  


K3R-6

Wilayah:     PUP  Sektor, Taman Candra Baga
Rumah Bpk Juliater Sipayung, KAV Taman Wisata Taman Duta Blok D20 No.3a(081382117931)

 
K3R- 7
Wilayah:     PUP 1 Blok A,B,C,D,E,F,G
Rumah Bpk Djauma R Siregar , PUP blok C19 No.17 (88876973)
K3R- 8
Wilayah:     PUP 2 Blok AC,AD,AE,AK,AF,
Rumah Bpk Arja  , PUP Blok AD 9 No.6 (081311252540)
K3R- 9
Wilayah:     PUP 3 Blok G1, GG, HH, II, LL, MM
Rumah Bpk Ramli ,  PUP Blok GG 7 No.8 (087876987997) 
K3R-10
Wilayah:  PUP 4 Blok AL, AM,AN
Rumah Ibu Rohani  , PUP Blok AL  7 No. 9 (02193726317)
 
K3R- 11
Wilayah:     Vila Mutiara Gading
Rumah Bpk  Imanuel , Vila Mutiara Gading B6 No.7 (02190209037)