Senin, 23 Februari 2015

HIDUP DALAM RENCANA ALLAH (bag 1)



Nats:  Yeremia 29:11-12


A. PENDAHULUAN

Ayat ini ditulis oleh Yeremia yang hidup sekitar abad 5-6 sebelum Masehi. Dimana situasi politik pada saat itu sangat tidak kondusif oleh karena kerajaan Yehuda atau Kerajaan Israel Selatan yang diperintah oleh keturunan Daud berada di ambang kehancuran. Yeremia adalah nabi yang menyaksikan kehancuran Yerusalem dan ditawannya keluarga Kerajaan ke Babel. Keadaan yang sangat tragis mengenai umat Israel ini ditulisnya dalam kitab Ratapan oleh Yeremia. Jadi, Firman Tuhan dalam Yeremia 29:11-12, disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel ketika suasana kehidupan bangsa Israel sangat mencekam, sebab bangsa Israel sedang dalam ancaman Kerajaan Babel yang sangat kuat, dan siap menghancurkan Yerusalem.
Melalui Yeremia Tuhan menyampaikan Firman-Nya kepada segenap bangsa Israel bahwa di dalam diri-Nya terdapat rancangan mengenai umat pilihan-Nya. Tentu rancangan yang ada pada Tuhan adalah rancangan damai sejahtera bukan kecelakaan bahkan Tuhan memberikan masa depan yang penuh harapan. Tetapi kenyataan yang terjadi kebalikan dari apa yang dikatakan Tuhan kepada bangsa itu.  Buktinya pada tahun 586 sebelum Masehi bangsa Babel datang mengekspansi Israel. Peristiwa ini merupakan kecelakaan dan bencana besar. Yerusalem dihancurkan, para bangsawan, pejabat yang terkemuka  dan seluruh rakyat dan dibuang ke Babel. Apakah hal ini berarti Tuhan tidak menepati janji-Nya? Tentu Tuhan adalah Tuhan yang setia. Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Tuhan adalah Tuhan yang menjawab doa.

B. PERTANYAAN PENDALAMAN MATERI

1. Apa yang menjadi penyebab rancangan Tuhan memberi hari depan yang penuh harapan tidak terwujud?
2. Mengapa Tuhan tidak mendengarkan doa-doa umat-Nya?
3. Temukan dosa dan kesalahan yang dilakukan orang Israel

C. KESIMPULAN
     
      Tuhan tidak pernah mengingkari janji tetapi yang membuat umat-Nya tidak memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan adalah karena umat Tuhan sendirilah yang mengingkari perjanjiannya dengan Tuhan.  Mengingkari perjanjiannya dengan Tuhan sama artinya dengan hidup dalam dosa atau berlaku tidak setia kepada Tuhan. Melalui hal ini kita mendapat pelajaran yang berharga, yaitu bahwa janji Tuhan tidak dapat digenapi dalam kehidupan umat Tuhan, kalau umat Tuhan tidak setia kepada-Nya atau hidup dalam dosa. Banyak orang mengharapkan janji dan berkat Tuhan dipenuhi dalam hidupnya tetapi ia tidak memperhatikan sikap hidupnya di hadapan Tuhan. Bagaimana seseorang dapat mengalami berkat dan perlindungan Tuhan kalau tidak setia kepada Tuhan?
Tuhan adalah Tuhan yang mendengarkan doa dan menjawabnya, tetapi kalau umat Tuhan tidak setia kepada Tuhan maka Tuhan tidak mendengarkannya (Yes 59:1-2). Inilah kebenaran penting yang harus kita ketahui, bahwa doa kita diresponi oleh Tuhan kalau kita tidak hidup benar. Kalau kita hidup tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka kita tidak layak menerima jawaban doa dari Tuhan, dan kita tidak akan menerima rancangan Tuhan yang memberi hari depan yang penuh harapan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar