Rabu, 22 April 2015

HIDUP TIDAK BERCACAT CELA



Nats:  tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.   1 Petrus 1:15-16
Pembacaan Alkitab: 1Petrus 1:13-25

Mendengar kata hidup tidak bercacat bagi kebanyakan orang mungkin sebagai sesuatu hal yang berlebihan atau tidak mungkin bisa dicapai. Apakah manusia bisa hidup tidak bercacat cela? Bila anggapan ini ada dalam pikiran kita  berarti kita mengganggap Tuhan penipu. Sebab banyak ayat yg mengatakan bahwa setiap orang percaya harus hidup tidak bercacat cela misalnya Mat 5:48 atau 1Yoh 2:6. Ada beberapa hal yang membuat seseorang bermental blok, apatis, dan tidak  tidak memiliki keinginan untuk mencapai hidup tidak bercela yaitu:

1. Cara berpikir berbagai agama dan keyakinan
Diajarkan bahwa manusia tidak sempurna dan rapuh dan penuh kekurangan. Cara berpikir seperti ini melahirkan sikap permisif. Lalu dikesankan pula bahwa Allah adalah Allah yang sangat  pengampun. Memang segala dosa dosa telah ditanggung Tuhan Yesus (Rom 8:1) namun akibatnya kita berhutang menurut Roh. Hutang menurut roh artinya kita berhutang melakukan segala sesuatu yang dikehendaki Allah. Hal ini sama artinya dengan hidup tidak bercacat cela.

2. Tokoh-tokoh Alkitab dalam PL dan  PB memiliki hidup bercela
Hal ini memunculkan pemikiran bahwa kalau tokoh-tokoh besar dalam Alkitab saja tidak sepenuhnya benar maka apalagi kita.  Lagipula sekalipun mereka kedapatan bersalah Tuhan masih memakai mereka. Kita lupa kalau mereka  belum dipenuhi RK dan belum memiliki Injil.  Jadi mereka bukan model manusia yg dikehendaki Allah. Namun kita  bisa belajar dari kelebihan mereka tetapi  tidak  seluruh hidupnya.

3. Jejak rekam selalu bersalah
Jejak rekam yang selalu jatuh dalam kesalahan dapat membuat  seseorang bermental blok. Kenyataan ini membangun sikap apatis dan anggapan mustahil hidup tidak berceltidak. Jd hrs mengganggap seluruh konsentrasi diarahkan utk hidup suci. Hal tersulit hy di mental niat tekad untuk meninggalkan dosa. Meskipun ga ada ancaman. Contoh org sakit gula tetapi tetap sj tdk menjaganya. Disini niatnya kurang besar. Org bs jd teroris pengantin bom ( brain wash). Tidak punya niat bertahan atau berubah. Menjadi sulit karena Hati terlanjur diisi dgn kesenangan dunia,

4. Hidup suci tidak terlalu menguntungkan
Menjaga kekudusan semakin lama semakin dianggap kuno oleh manusia. Orang tidak lagi kagum akan orang-orang yang hidup mempertahankan kekudusan, tetapi malah menertawakan dan menganggap mereka bodoh atau kurang gaul. Anggapan lainnya lahir ketika membandingkan dirinya dengan orang hidup dalam dosa tetapi tidak mengalami sesuatu yang buruk. Mereka senang-senang saja dan  tidak ada apa-apa kelihatannya. Banyak org tahu betapa mengerikannya neraka. Jika bumi menjadi lautan api maka tidak ada orang yg bisa menolong dan tidak ada  tempat untuk bersembunyi jika bumi ini menjadi lautan api.  Namun sebaliknya  di ujung langit manapun  jika kita hidup tidak bercacat cela akan dipelihara Tuhan dan tidak akan dipermalukan Tuhan.

Dengan  demikian jangan biarkan kita memiliki mental blok. Genjot hati kita untuk dapat mengalami Tuhan dan  tidak mengasihi dunia. Paksa diri kita untuk hidup  tidak bercacat cela dan pikirkan terus bagaimana memiliki  hidup tidak bercela melalui firman, persekutuan pribadi dengan Tuhan dan  Letakkan seluruh pengharapan kita kepada penyataan Yesus Kristus kelak (1 Petrus 1:13). Pada akhirnya kekudusan bukan menjadi beban tetapi kehormatan karena Tuhan yang memberi perintah (1 Pet 1:16).

Diskusikan:
1. Apakah kita bisa memiliki hidup yang tidak bercacat cela?
2. Apakah hal tersulit tersulit yang dialami seseorang untuk meninggalkan dosa?

LOKASI K3R MINGGU INI : RABU 22 APRIL 2015, PUKUL 20.00 WIB

K3R- 1. Wilayah:     Boulevard Hijau, Harapan Indah 2, Bintara, Jakarta Garden City  dan Perumnas 1
Rumah Bp. Edi Sihite, Blok  AF No.7, Harapan Indah

K3R- 2 . Wilayah:    Pejuang Jaya dan Harapan Indah 1
Rumah  kel Bp. Ucok Tobing, Pejuang Blok B, no. 123 (0812-10758657)

K3R- 3. Wilayah:     Taman Harapan Baru
Rumah kel. Bp. Hisar Simanjuntak, THB, Blok J3/ 5 (0821-22596767)

K3R- 4. Wilayah:   Puri Harapan, Wahana Harapan dan Pertanian
Rumah Kel. Bp. Lukas Pamungkas, Wahana Harapan, Blok C14/ 02. (081318006849)

K3R-5. Wilayah:     Pesona Anggrek, Prima Harapan, Villa Anggrek  dan Tytian Kencana
Rumah Kel. Ibu Pulisa, Pesona Anggrek Harapan, Blok F3 No.8 (021-88874977)

K3R-6. Wilayah:     PUP  Sektor, Taman Candra Baga
Rumah kel. Bp. Johanes, PUP Blok A17/9 (0821-12426523)

K3R-7. Wilayah:     PUP 1 Blok A,B,C,D,E,F,G
Rumah Kel. Ib. Mesiana, PUP, E5 No. 33  (081354766152)

K3R- 8. Wilayah:     PUP 2 Blok AC,AD,AE,AK,AF
Rumah Kel. Bp. Antonius, PUP AE 11/ 2

K3R- 9. Wilayah:     PUP 3 Blok G1, GG, HH, II, LL, MM
Rumah Kel. Bp.  Jimmy, PUP, CC 4/ 15.

K3R-10. Wilayah:  PUP 4 Blok AL, AM,AN
Rumah Kel. Bp. Elloy,  Graha Persada, Blok C4 No. 2

K3R- 11. Wilayah:     Vila Mutiara Gading
Rumah kel. Bp. Immanuel, VMG, B6 no. 7 (021-92447015)

MENGHARGAI KORBAN KRISTUS



Suatu ketika, menjelang perayaan Jumat Agung. Ada seorang bertanya, "Mengapa hari raya yang satu ini disebut hari raya Jumat Agung?"  Lebih lanjut ia bertanya, "bukankah peristiwa yang dikenang adalah peristiwa seputar kematian?  Bukankah peristiwa tersebut adalah peristiwa yang mengerikan? Bagaimana dengan saudara, apakah pertanyaan yang sama juga ada dalam benak saudara? Atau apakah saudara pernah merenungkan peristiwa yang mengerikan ini dan bertanya dimanakah letak keagungannya? Bertalian dengan perayaan Jumat Agung juga ada perayaan Paskah. Apa artinya  perayaan paskah bagi orang Kristen? Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai "anak domba Paskah" (1Kor 5:7). orang Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga, bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.
Peristiwa ini terjadi karena dosa yang dilakukan oleh manusia pertama yaitu Adam dan Hawa. Karena ketidaktaatannya maka sejak hari itu Adam dan Hawa serta semua keturunannya menjadi berdosa (Rom 3:23). Semua manusia terpisah dari Allah penciptanya yang Maha Kudus (Rom 6:23). Manusia telah kehilangam koneksi dengan Allah penciipta sehingga manusia tidak bisa bercakap-cakap lagi dengan Allah. Sejak peristiwa itu pula manusia kehilangan akses untuk dapat menemui Allah. Manusia tidak bisa menemui Allah dengan cara apapun. Sekalipun dengan agama dan segala aturan yang ada di dalamnya sebagai usaha menemui Allah (Yes 59:2). Manusia yang paling baik dan bermoral sekalipun tidak tidak dapat menemui Allah sebab Allah menyembunyikan diri-Nya. Segala usaha yang dilakukan manusia untuk membebaskan dirinya dari cengkraman dosa menemui kegagalan. Akibatnya manusia menjadi terkutuk dan akan meluncur ke api kekal tanpa ada yang menghambatnya. Tentu saja Allah sang Pencipta tidak membiarkan malapetaka itu dialami oleh manusia. Maka manusia membutuhkan anugerah yang dapat membebaskan manusia dari cengkraman dosa. Manusia membutuhkan anugerah yang dapat membuka kembali akses masuk untuk menemui Allah pencipta. Manusia membutuhkan kerelaan  Allah Bapa untuk menyatakan diri-Nya kepada  manusia dan tidak menyembunyikan diri-Nya.
Melalui peristiwa Jumat Agung yaitu perayaan akan wafatnya Yesus Kristus yang tergantung di kayu salib dan kebangkitan-Nya pada hari ketiga (Paskah) maka hukuman itu telah ditanggung oleh Yesus Kristus. Manusia kini dapat dibebaskan dari cengkraman dosa. Seperti terlepasnya bagsa Israel dari cengkraman Firaun dan terlepasnya bangsa israel dari perbudakan di Mesir.( inti perayakan Paskah menurut Yahudi).  Akses untuk menemui Allah telah terbuka kembali (Ef 3:12; Ibr 4:16). Oleh karena kerelaan hati-Nya maka Allah rela ditemui dan tidak menyembunyikan diri-Nya. Dengan demikian manusia tidak perlu lagi mengalami hukuman kekal.  Melalui kematian-Nya di tiang salib dan kebangkitan-Nya maka karya Agung keselamatan Allah tergenapi  ( Kol 1:20-22). Itulah sebabnya peristiwa yang kita peringati pada hari Jumat Agung sungguhlah peristiwa yang Agung dan layak diberitakan kepada segala bangsa.
Sebagai orang-orang yang telah mengerti dan percaya akan keagungann Jumat Agung pada zaman ini. Kita bertugas meneruskan berita ini kepada semua orang. Moment perayaan jumat Agung dan Paskah bisa kita pakai untuk membuka pembicaraan mengenai karya-Nya yang Agung. Kita juga dapat menjelaskan kepada setiap orang yang belum mengerti bahwa peristiwa Jumat Agung  layak untuk dirayakan oleh segenap bangsa di bumi. Demikian juga dengan perayaan Paskah yang menunjuk kepada kebangkitan Kristus dari kematian menunjuk kepada kemenangan-Nya atas maut (1 Kor 15:54-55). Begitu juga bagi  setiap orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus akan memperoleh kebangkitan dan hidup yang kekal (Yoh 3:16).

BAHAN DISKUSI
1.  Apakah perbedaan perayaan Jumat Agung dengan perayaan Paskah
2.  Apakah pentingnya menceritakan peristiwa Jumat Agung dan Pasakah kepada sesama?

Rabu, 25 Maret 2015

MEWUJUDKAN KERAJAAN ALLAH



Ketika kita menjadi orang percaya sebenarnya secara otomatis kita terhisap sebagai warga kerajaan Allah. Namun, untuk menjadi warga kerajaan yang baik atau tidak hal itu tidak terjadi secara  otomatis. Panggilan menjadi warga kerajaan Allah nampak jelas didalam Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Begitu pula dengan kalimat dalam doa Bapa kami di Matius 6:10, "datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga"  memuat panggilan untuk Hidup sebagai warga kerajaan sorga."
Panggilan ini haruslah kita wujudkan nyatakan dalam hidup kita masing-masing. Bahkan harus menjadi hal yang terpenting dan terutama dalam hidup ini. Lebih penting dari mengejar karier, jodoh, jabatan, keluarga, dsb. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah, seperti apakah mewujudkan Kerajaan Allah dalam hidup kita itu?
Untuk mewujudkan Kerajaan Allah dalam hidup kita masing-masing, kita tidak memiliki cara lain selain mengenakan prinsipnya  Tuhan Yesus yaitu: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh. 4:34). Seorang yang hidup dalam pemerintahan Kerajaan Allah pasti bergaya hidup seperti Tuhan Yesus yaitu melakukan kehendak Bapa. Sebab memang pada dasarnya Tuhanlah yang menjadi kepala pemerintahan. Sama halnya jika kita masuk ke suatu negara asing, maka kita harus tunduk kepada aturan atau hukum yangg berlaku di negara tersebut.
Dengan demikian, setiap orang percaya harus berupaya  mewujudkan pemerintahan Kerajaan Allah dalam kehidupannya, yaitu kesediaan untuk tidak mengikuti kesenangan diri sendiri. Jika dahulu sebelum menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh kita hidup dalam kerajaan kita sendiri. Kita sendirilah yang menjadi kepala pemerintahannya. Itulah sebabnya kita tidak merasa perlu tunduk sepenuhnya kepada Tuhan. Kita merasa bebas melakukan apa pun dan mengingini apa pun dengan segala kesenangannya. Kita berharap memperoleh kebahagiaan. Ternyata dengan cara hidup seperti itu kita sedang ada dalam pemerintahan kerajaan Iblis. Ciri kerajaan Iblis adalah boleh hidup “SUKA-SUKA SENDIRI”.  Hidup dalam kebebasan seperti itu sebenarnya justru ada dalam tawanan.
Tetapi sebaliknya kalau seseorang bersedia hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, berarti  ia selalu mempersoalkan apakah sesuatu yang  dilakukankan menyukakan Tuhan atau tidak. Tentu saja kita berusaha selalu melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan demikian kita terbelenggu oleh Tuhan. Keterikatan atau belenggu seperti ini justru merupakan kemerdekaan yang sejati. Dengan demikian ciri yang pasti nampak pada setiap orang yang mewujudkan pemerintahan Allah  adalah seseorang yang menyelenggarakan hidupnya dengan berprinsip seperti Tuhan yaitu melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Hal ini sama dengan prinsip Paulus: “jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1Kor. 10:31).
Kiranya hal ini menjadi irama hidup kita secara permanen dan tidak akan pernah bisa berubah. Setiap orang yang melakukan kehendak Bapa pasti menjadi pribadi yang dikenal  oleh Tuhan Yesus untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya.

DISKUSIKAN
1. Apakah belenggu oleh Tuhan dapat dikatakan sebagai kemerdekaan yang sejati?
2. Berikan beberapa contoh konkrit seseorang yang hidup dalam pemerintahan TUHAN

LOKASI K3R - RABU 25 MARET 2015, PUKUL 20.00 WIB



K3R- 1. Wilayah:     Boulevard Hijau, Harapan Indah 2, Bintara, Jakarta Garden City  dan Perumnas 1
Rumah Bp. Indra, Blok  FD No.17, Harapan Indah (0812-9249384)

K3R- 2 . Wilayah:    Pejuang Jaya dan Harapan Indah 1
Rumah  kel Ib. Iing, Jl. Salak 4, RO, No. 10

K3R- 3. Wilayah:     Taman Harapan Baru
Rumah kel. Bp. P. Nainggolan, THB, Blok B2 No. 1 (0813-80772277)

K3R- 4. Wilayah:   Puri Harapan, Wahana Harapan dan Pertanian
Rumah Kel. Bu. Coby, Wahana Harapan blok E10/ 12

K3R-5. Wilayah:     Pesona Anggrek, Prima Harapan, Villa Anggrek  dan Tytian Kencana
Rumah Kel. Bp. Suwito/ Ibu Santina, Jl. Mangga Kweni Blok A4 No. 31, Taman Wisma Asri (081287994599)

K3R-6. Wilayah:     PUP  Sektor, Taman Candra Baga
Rumah kel. Sabar Marpaung/ ib. Epon, PUP, Sektor V, Blok F7 No. 12a.

K3R-7. Wilayah:     PUP 1 Blok A,B,C,D,E,F,G
Rumah Kel. Ib. Tiromsa, PUP blok F2 No. 25 (081284833819)

K3R- 8. Wilayah:     PUP 2 Blok AC,AD,AE,AK,AF
Rumah Kel. Bp. Antonius, PUP AE 11/ 2

K3R- 9. Wilayah:     PUP 3 Blok G1, GG, HH, II, LL, MM
Rumah Kel. Bp.  Ricky Suryana, PUP HH 7/ 8 

K3R-10. Wilayah:  PUP 4 Blok AL, AM,AN
Rumah Kel. Bp. Nelson Tambunan, PUP blok AL 18. No. 7

K3R- 11. Wilayah:     Vila Mutiara Gading
Rumah kel. Bp. Immanuel, VMG Blok B6/7


Rabu, 11 Maret 2015

HIDUP DALAM BERKAT TUHAN



Nats Alkitab:  MAZMUR 23:1-6

● POKOK BAHASAN
Menjadi pribadi yang Mengasihi Tuhan selalu dimulai dari kerinduan akan Tuhan. Dari hal inilah akan terbangun hati yang mengasihi Tuhan. Kalau hati sudah mengasihi Tuhan, maka  berkat yang luar biasa telah menantinya. Seperti yang tertulis di dalam 1Korintus 2:9 bahwa apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semuanya telah disediakan Allah setiap orang yang mengasihi Tuhan. Dalam ayat tersebut Tuhan menjanjikan bahwa Tuhan akan menganugerahkan berkat atau pemberian yang tidak dialami atau dimiliki seseorang sebelumnya. Berkat yang tidak terduga.  Ini berarti ada keuntungan yang luar biasa kalau seseorang mau mengasihi Tuhan. Berkat apakah yang yang dimaksudkan oleh 1Korintus 2:9 ini? Untuk menjawab pertanyaan ini perlulah kita melihat Mazmur 23:1-6. Dalam Mazmur 23:1-6 ada 6 jenis berkat:

1. BERKAT JASMANI (ay. 2) 
Tuhan digambarkan sebagai seorang Gembala yang baik. Seorang gembala yang membawa domba-dombanya ke padang rumput hijau serta air yang tenang. Hal ini berbicara secara jelas mengenai berkat jasmani. Dalam PB rasul Paulus mengatakan bahwa Tuhan  akan memenuhi segala keperluan kita (Flp. 4:19). Perhatikan di dalam ayat ini “segala keperluan”, tentu termasuk kebutuhan jasmani.  Tuhan tahu segala kebutuhan  kita. Tuhan berjanji akan memenuhi segala kebutuhan kita kalau kita bisa menjadi anak Tuhan yang dapat dipercayai oleh Tuhan. Dapat dipercayai Tuhan artinya kita harus bekerja keras, jujur, meningkatkan kualitas diri, suka mengalah, setia  dalam pekerjaan  dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Jangan sampai setelah diberkati oleh Tuhan kita menjadi sombong dan melakukan perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Orang-orang seperti ini tidak akan diberkati Tuhan dan tidak dapat dipercayai oleh Tuhan

2.  BERKAT BAGI JIWA YAITU DAMAI SEJAHTERA DALAM HATINYA (ay. 3).
Berkat kedua ini adalah berkat bagi jiwa kita. Dalam Mazmur 23:3 menyatakan bahwa Sang Gembala akan menyegarkan jiwa kita. Ternyata bukan hanya tubuh kita yang membutuhkan makanan, tetapi  jiwa kita pun membutuhkan perawatan. Kalau tubuh dirawat dengan makanan jasmani, jiwa harus dibawa kepada Tuhan agar jiwa kita mendapat damai sejahtera. Dalam hal ini Tuhan Yesus berjanji bahwa Ia akan memberikan damai sejahtera-Nya (Yoh. 14:27). Damai sejahtera-Nya bukan dari dunia dan tidak sama seperti yang diberikan dunia.

3. PEMBENTUKAN KARAKTER (ay. 3)
Dalam Mazmur 23:3, Firman Tuhan mengatakan: Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Ia menuntun di jalan yang benar artinya Ia membawa kita kepada kebenaran. Kebenaran di sini adalah kebenaran dalam tingkah laku atau perbuatan. Ini menunjuk kepada karakter atau watak kita yang diubah oleh Tuhan. Ini sebenarnya yang Tuhan  kehendaki  dalam hidup  kita, yaitu agar kita  sempurna  sama seperti  Bapa di Surga (Mat. 5:48). Sempurna seperti Bapa artinya memiliki karakter seperti Tuhan Yesus. Kalau kita sungguh-sungguh bersedia mengikut Tuhan Yesus, menjadi anak Tuhan yang berkenan kepada-Nya, maka watak kita akan diubah.

4. PENYERTAAN TUHAN DALAM MASA-MASA SULIT DALAM HIDUP KITA. (ay. 4)
Dalam Mazmur 23:3 terdapat  kalimat yang mengatakan bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik, tetapi dalam ayat 4, terdapat kalimat: sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman (even if I go through the deepest darkness). Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan mengijinkan sesekali anak-anaknya berada di lembah kekelaman, tetapi dalam kesulitan tersebut Tuhan akan tetap menyertai kita. Gada dan tongkat gembala merupakan gambaran perlindungan Tuhan yang luar biasa. Tuhan berjanji akan menyertai senantiasa sampai akhir zaman (Mat. 28:19-20).

5.  HIDANGAN DIHADAPAN LAWANKU (Firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus – ay.5).
Dalam Mazmur 23:5 Pemazmur mengatakan: “Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah”. Apa maksud hidangan minyak dan piala disini.  Diayat 2 sudah ada rumput sekarang hidangan, tentu ini bukan hidangan biasa. Ini adalah senjata, sebab dikatakan  hidangan di hadapan lawanku. Hidangan di sini adalah Firman Tuhan yang adalah pedang Roh (Ef. 6:17). Firman Tuhan adalah kekuatan untuk melawan kuasa kegelapan. Untuk ini seseorang harus mendengar dan belajar Firman Tuhan dengan baik. Sedangkan minyak adalah Roh Kudus. Roh Kudus memberi kuasa kepada kita untuk menjadi saksi Tuhan (Kisah Rasul 1:8). Dengan kuasa Roh Kudus seseorang dapat memiliki hikmat untuk melawan godaan kuasa kegelapan.

Dan akhirnya piala. Piala adalah symbol atau lambang kemenangan. Tuhan menyediakan piala artinya Tuhan akan menyediakan kemenangan, kalau kita memiliki Firman Tuhan dan Roh Kudus. Peperangan melawan kuasa kegelapan adalah pergumulan yang tiada henti, tetapi Tuhan akan memberikan kemenangan kalau kita mempersenjatai diri dengan Firman Tuhan dan Roh Kudus.

6.  BERKAT KEKAL YAITU TINGGAL DI RUMAH BAPA (ay. 6)
Inilah klimaks atau puncak dari segala berkat. Pemazmur mengatakan: Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa (Mzm. 23:6).

● KESIMPULAN
Setelah karakter seseorang diperbaharui, dituntun oleh Firman-Nya dan Roh Kudus, maka ia dapat menjalani hidup ini dengan banyak menabur kebajikan dan kemurahan, artinya hidupnya menjadi berkat bagi orang lain. Orang yang menjadi berkat bagi orang lain layak disebut pelayan Tuhan.  Orang-orang seperti ini akan memperoleh te tempat di Rumah Bapa nanti. Tentu keindahan Rumah Bapa tidak pernah kita duga sebelumnya. Inilah berkat kekal (Yoh. 14:1-3). Dalam ayat ini Tuhan menjanjikan Rumah Bapa yang maha indah. Keindahan yang tidak pernah terpikirkan dan tidak pernah terduga. Ini sebenarnya berkat terutama yang dimaksud dalam 1Korintus 2:9.

● DISKUSIKAN
 Apakah yang menjadi tujuan Tuhan  memberikan kepada kita berkat jasmani, Berkat damai sejahtera, Pembentukan karakter, Penyertaan Tuhan dan kemenangan?