Rabu, 22 Mei 2013

LOKASI K3R RABU, 22 MEI 2013 - PUKUL 20.00


K3R- 1

Wilayah:     Boulevard Hijau, Harapan Indah 2, Bintara, Jakarta Garden City  dan Perumnas 1

Rumah Kel. Bp  Indra Yohansyah/ Ibu Yanti, FD/ 17, Harapan Indah

 

K3R- 2

Wilayah:    Pejuang Jaya dan Harapan Indah 1

Rumah  ib. Wulan, Jl. Salak RP No. 5

 

K3R- 3 (Ucapan Syukur)

Wilayah:     Taman Harapan Baru

Rumah Kel. Bp. Hisar Simanjuntak

THB J3 No. 5

 

K3R- 4

Wilayah:   Puri Harapan, Wahana Harapan dan Pertanian

Rumah Kel. Bp. Ruharso. Puri Harapan Blok C11/22



K3R-5

Wilayah:     Pesona Anggrek, Prima Harapan, Villa Anggrek  dan Tytian Kencana
Kel. Bp. John, Villa Mas Indah, Blok D4, No. 10 (021-85422653)
 
 

K3R-6

Wilayah:     PUP  Sektor, Taman Candra Baga

Rumah Kel. Bp. Didik Krispuryani , THB Blok K1 No. 26 (081381008350


 
K3R- 7
Wilayah:     PUP 1 Blok A,B,C,D,E,F,G
Rumah Ibu Messi
 
K3R- 8
Wilayah:     PUP 2 Blok AC,AD,AE,AK,AF,
Rumah Bp. Arya,  PUP AD9/ 6

 
K3R- 9
Wilayah:     PUP 3 Blok G1, GG, HH, II, LL, MM
Rumah Kel. Bp. Ricky, PUP HH7/ 8 (021 9388 1326)
 
K3R-10
Wilayah:  PUP 4 Blok AL, AM,AN
Rumah Kel. Bp. Nelson Tambunan, PUP Blok AL 18/ 7
 
K3R- 11
Wilayah:     Vila Mutiara Gading
Rumah Bp. Jongga Manalu,  blok G 11 no. 29, VMG.
 

 

 

Selasa, 21 Mei 2013

PROFIL : ARYA DARMA SANTOSO


Perawakannya yang “subur” membuat Koordinator K3R – 8 ini tidak mudah mencari persembunyi yang aman, andaikan dia diajak main petak umpet. Murah senyum dan ramah menjadi cirri yang menandai keberadaan beliau. Suami dari Desy Susanti  ini bernama lengkap Arya Darma Santoso (Arja), merupakan putra bungsu dari 8 bersaudara. Ia lahir di Jakarta 30 September 1965. Mereka menikah pada tanggal 23 September 1995. Tuhan memberi dua anak kepada mereka, yang pertama bernama Natasha Theola (tasha), yang aktif melayani sebagai pemain tamborin dan yang bungsu bernama Yoel Immanuel (Yoel).

Pak Arja bukan dari keluarga Kristen, orangtuanya adalah pengnur Kong hu Chu. Ketika kakak perempuannya nomor dua menikah dan menjadi Kristen, Arja kecil sering ikutan sekolah minggu di GBI Hosana Kana, di Kepu Dalam, Kemayoran. Ketika ia menginjak usia remaja ia tidak aktif lagi ke gereja. Orang tuanya tidak pernah memaksa dan tidak mengarahkan. Setelah tamat STM ia kemudian bekerja sebagai marketing di perusahaan obat nyamuk Antelop dan sering keluar kota.

Tahun 1987 ia bertemu dengan calon pujaan hati yang merupakan tetangga rumah. Mereka berpacaran. Desy dan keluarganya adalah muslim. Pada Tahun 1990 an ibunda pak Arja bertobat dan dibaptis di GBI Hosana. Akhirnya Arja kembali aktif ikut gereja. Ia mengajak Desy ke gereja. Pada suatu hari Arja mengajak Desy untuk mendoakan kakak yang sakit kanker rahim. Melihat kekompakan orang Kristen berdoa untuk orang sakit, membuat hati Desy tergerak untuk menerima Yesus. Desy pun ikutan untuk melayani menjadi usher di gereja.

Tahun 1993 Arja bekerja di Bank Mashill. Keluarga Desy tidak bisa terima dengan keputusannya menjadi Kristen, tekanan mental dan pisik di alami Desy, tapi semua itu tidak membuat niatnya undur. Ia bertahan sampai mereka menikah tanpa dihadiri keluarga Desy. Tahun 1997 Pak Arja di PHK dari Bank Mashill. Ia dipecat dan dijadikan “Kambing Hitam”. Pada waktu itu mereka sudah punya anak satu Tasya. Melihat peristiwa ini Pak Arja dan Desy marah sama Tuhan karena merasa dibiarkan Tuhan. “Di mana pertolongan Tuhan, Saya tidak salah, kenapa Tuhan membiarkan saya difitnah?” Dalam kemarahannya selama dua tahun mereka tidak pergi ke gereja. Mereka bersekutu dengan keseatan.

Selama dua tahun itu, ekonomi mereka hancur, kerohanian mereka hancur, tetapi Tuhan tidak membiarkan selamanya anak-anakNya terlantar. Jauh di dalam lubuk hatinya pak Arja selalu mendengar suara yang menggilnya untuk kembali ke gereja dan kembali ke Tuhan. Tapi ia mengeraskan hatinya. Desy pernah menjadi sales panci door to door dengan penghasilan 100.000/bulan.

Pada suatu hari Arja kecelakaan di tabrak angkot di depan GBI REHOBOT. Sebulan kemudian, tasya sakit, disusul oleh Desy.  Rupanya ini menjadi “lonceng” peringatan dari Tuhan untuk memanggil si anak yang hilang. Pa Arja kembali datang pada Tuhan. Mengenang itu pak Arja berkata, “Ternyata Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, sekalipun kita meninggalkan Dia. Ia memanggil kita, tetapi kita terlalu tuli untuk mendengarkan panggilan Tuhan.” Sejak itu suami-istri ini berkomitmen untuk mencintai Tuhan dengan sungguh-sungguh dan tidak akan menyakiti hati Tuhan lagi. “Apapun yang terjadi saya mau mengasihi dan melayani Tuhan” Ekonomi mereka mulai membaik. Tahun 2003, pak Arja di terima bekerja di PT IMAX – hingga sekarang.

Arja bersama isteri, putera dan puterinya.
 

KESAKSIAN : RINA YOSEP

 
 
“Tetap Percaya Pada Tuhan, Walau Apapun Yang Terjadi, Kita Berkenan KepadaNya…”


  
 
Sebuah kisah yang membangkitkan inspirasi bagi proses pertumbuhan iman kita Rina Yosep, demikian nama inspirator kita kali ini. Nama belakangnya adalah nama suami tercinta. Rina lahir di Blitar pada tanggal 8 September 1986. Setelah menyelesaikan kuliahnya di universitas Brawijaya, Malang, ia meninggalkan kampung halaman. Sampai kemudian bertemu dengan pujaan hati di perantauan, lalu memutuskan menerima lamaran sang arjuna. Mereka menikah pada tanggal 25 Februari 2012 dan tinggal di Bekasi.
Layaknya pasangan suami istri yang merindukan momongan, pasangan ini pun berharap dapat dengan segera menimang buah hati. Tetapi setelah 6 bulan usia pernikahan mereka, belum ada tanda-tanda kehamilan. Akhirnya mereka pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Rina menyampaikan keluhannya yang sering sakit di bagian perutnya. Ketika dokter mengadakan pemeriksaan ditemukanlah kista sepanjang tiga senti. Menurut sang dokter, itu hanya kista biasa. Sejak itu Rina rutin melakukan pengobatan. Tetapi ternyata sakitnya tidak berkurang, malah kian meningkat. Kemudian mereka mencoba ganti ke dokter lain, ternyata dalam tempo 8 bulan kista itu sudah membesar menjadi menjadi 4,7 cm, dan ada dua, salah satunya menutup rahim.
Menurut pasangan suami istri yang cinta Tuhan ini, ketika mereka mengetahui hal ini mereka tidak panik. Mereka percaya bahwa Tuhan tidak pernah melakukan kesalahan. Rancangan Tuhan itu baik dan sempurna. Untuk itu mereka berketetapan hati untuk tetap berkenan dihadapan Allah. Rina berkata, “Apapun yang kita alami entah sakit atau sehat, kita harus berjuang untuk tetap berkenan di hadapan Tuhan. Tetap berusaha untuk berkenan dihadapan Tuhan.” Josep mengaminkan perkataan sang istri dan menambahkan, “Kita pasrah pada Tuhan dalam arti taat pada kedaulatan Tuhan.” Sempat mereka “agak” menunda melakukan operasi dengan alasan pribadi. Namun akhirnya mereka memutuskan bahwa Rina harus dioperasi.
Ada kesalahan “kecil” yang mereka lakukan yakni, mendiamkan perkara ini kepada keluarga. Sebenarnya tujuan mereka adalah agar keluarga tidak panik. Tidak mau merepotkan keluarga. Apalagi pada hari Rina masuk rumah sakit, ibundanya di kampungpun masuk UGD. Intinya Yosep dan Rina ingin mandiri tetapi caranya kurang tepat. Akhirnya mereka menyadari kesalahan itu. Keluarga besar dari kedua pihak diberi tahu tentang rencana operasi tersebut. Rina berkata, “Kita membutuhkan keluarga, karena ternyata kasih dan perhatian dari keluarga memberi kekuatan yang luar biasa.”
Tepat pada tanggal 25-2-2013 yang merupakan HUT pernikahan mereka yang pertama, pada hari itu, Rina dioperasi dan sukses. Itu merupakan Kado indah dari Tuhan yang luar biasa. Setelah lima hari dirawat, Rina diperbolehkan pulang ke rumah. Puji tuhan, kesehatannya dipulihkan Tuhan. “Kita harus tetapa menjaga kesehatan” kata Rina mengakhiri kesaksiannya.
Mari kita dukung keluarga ini dalam doa agar mereka segera dikaruniai Tuhan anak dan kesehatan Rina terus dipulihkan. Amin. 
 

Rabu, 08 Mei 2013

MEMILIKI HATI YANG PEDULI


A. Pendahuluan

Kita tidak bisa memungkiri manusia itu memiliki kodrat tidak mau dikekang, tidak rela hidupnya dibatasi dari kemauannya. Dengan kata lain manusia itu maunya harus untuk kepentingan dirinya, keuntungan dirinya. Hidupnya hanya memikirkan dirinya, bagaimana agar hidupnya senang dan nyaman. Ia tidak pernah memikirkan orang lain.

 

Mereka yang ekonominya kuat

Mereka hanya memikirkan bagaimana bisa menikmati fasilitas yang dimilikinya, atau uangnya yang banyak. Hari ini mau kemana, besok kemana, lihat tanggal libur kemudian pergi berlibur ke luar kota atau ke luar negeri, beli barang-barang kesukaan, dll.

 

Hari-harinya pergi berbelanja, ganti barang sesuka hati tidak peduli harganya mahal atau tidak, butuh atau tidak, penting atau tidak penting, yang penting suka.

 

Demikianlah hidupnya atau gaya hidupnya. Mereka tidak pernah peduli kepada orang lain, tidak peduli kepada pekerjaan Tuhan.

 

Ia tidak pernah berkata : “Tuhan apa yang bisa kuperbuat bagi orang lain dan Kerajaan Tuhan dalam kekayaanku ?”

Apalah artinya seseorang punya banyak tetapi hanya untuk dirinya sendiri. Kerja keras dan mendapatkan banyak tetapi hanya untuk diri sendiri, tidak ada yang dapat dibanggakan dari orang seperti ini karena memandang yang dia punya milikny dan hanya digunakan untuk dirinya (band. Luk 12:13-21)

 

Mereka yang ekonominya lemah

Mereka yang ekonominya lemah atau miskin pun sama saja. Ia juga hanya memikirkan diri sendiri, mengasihani diri sendiri. Ia hanya bertanya :”Mengapa nasibku begini ? mengapa aku dulu memilih suami yang “bokek” sehingga hidupku pun jadi bokek, coba aku pilih yang kaya kan aku jadi kaya juga, tidak susah seperti sekarang ini.

 

Pikirannya berkhayal dan berkata : “coba aku punya banyak uang, aku pun bisa beli ini dan itu, pergi kesana atau kesini.

 

Mereka pun tidak pernah memikirkan orang lain dan pekerjaan Tuhan. Ia tidak pernah berkata kepada Tuhan : “Tuhan apa yang bisa kuperbuat bagi orang lain dan KerajaanMu dalam keminiskinanku ?”

 

Sebagai anak-anak Tuhan yang telah banyak belajar Kebenaran Tuhan, kita harus sudah semakin sedikit memikirkan diri sendiri. Kebenaran telah bertahun-tahun kita dengar yang mengajar kita agar hidup tidak untuk diri sendiri tetapi untuk Tuhan dan dibuktikan dengan peduli kepada orang lain, mengasihi sesama (Mat 22:37-39) harus sudah menggores dalam di batin kita. Inilah yang memampukan kita tidak egois lagi.

 

B. Belajar Peduli

Peduli adalah sebuah tindakan kasih. Peduli terhadap orang lain adalah sebuah keputusan yang didasarkan pada kemauan kita. Ini tidak ada hubungan suka atau tidak suka. Tuhan tidak pernah mengajarkan : “Pedulilah kepada orang yang anda sukai”. Tuhan ajarkan : “Pedulilah kepada sesamamu”.

 

Apakah saudara peduli dengan pekerjaan Tuhan ? Misalnya dengan gereja kita, apakah kita peduli dengan kebutuhan gereja kita, atau yang dibutuhkan gereja kita demi kelangsungan pemberitaan Kebenaran Tuhan dan demi keselamatan orang lain ? Mari kita memikirkannya bersama dengan jujur dihadapan Tuhan.

 

Mulailah dari sekarang untuk “peduli”. Karena dengan demikianlah kita bisa dirasa oleh orang lain. Jangan kita hanya mau merasa, tetapi tidak mau dirasa. Mulailah dari keluarga kita masing-masing, lingkungan kita atau komunitas gereja kita.

Mungkin selama ini kita hanya mau merasa kebaikan Tuhan, perhatian orang lain, tetapi tidak pernah berusaha agar kita dirasakan oleh orang lain dan dirasa oleh Tuhan (dinikmati oleh Tuhan)

 

C. Belajar dari Yesus

 

Dalam Markus 6:34-38 kita juga melihat belaskasihan Yesus Belas kasih adalah bukti kepedulian. Ketika Yesus melihat orang banyak, tergeraklah Yesus oleh belas kasihan karena melihat mereka seperti domba yang tak mempunyai gembala (Mrk 6:34),  kemudian Yesus memberi mereka makan, karena mereka butuh roti.

 

Tuhan Yesus melibatkan murid-murid dalam memberi makan orang banyak Kamu harus memberi mereka makan (Mrk. 6:37) Berapa banyak roti yang ada padamu (Mrk 6:38)

 

D. Apakah saudara mau peduli ?

Mulailah dengan apa yang ada pada saudara ? Apa yang saudara punya ? uang, tenaga, waktu, dll Berikan apa yang saudara punya kepada Yesus dengan tulus

Sabtu, 04 Mei 2013

LOKASI K3R MINGGU INI, RABU 8 MEI 2013, PUKUL 20.00 WIB


K3R- 1

Wilayah:     Boulevard Hijau, Harapan Indah 2, Bintara, Jakarta Garden City  dan Perumnas 1

Rumah Bpk  Suagus/ Ibu Eviy, Cluster Taman Puspa Blok HO6 No. 6, Harapan Indah 2

 

K3R- 2

Wilayah:    Pejuang Jaya dan Harapan Indah 1

Rumah  bp. Aseng, Salak 6 RQ. No. 15

 

K3R- 3

Wilayah:     Taman Harapan Baru

Rumah Bp. Edy/ ibu Rebeca,

THB Blok S2 No. 4

 

K3R- 4

Wilayah:   Puri Harapan, Wahana Harapan dan Pertanian

Rumah Bu Yuliana, P.Harapan Blok E12/18. Telp. 02196995300

 

K3R-5

Wilayah:     Pesona Anggrek, Prima Harapan, Villa Anggrek  dan Tytian Kencana

Rumah Bp. Timotius Sukardi, Jl. Prabu Kresna No. 10. RT 09/ RW 20. Kav. Mekar Jaya

K3R-6

Wilayah:     PUP  Sektor, Taman Candra Baga

Rumah bpk. Januar/ Ibu Orlea, Taman Cendrawasih blok C13/18. (087788279884)


 
K3R- 7
Wilayah:     PUP 1 Blok A,B,C,D,E,F,G
Rumah Ibu Naomi
 
K3R- 8
Wilayah:     PUP 2 Blok AC,AD,AE,AK,AF,
Rumah Ibu Hardyanti,
 
K3R- 9
Wilayah:     PUP 3 Blok G1, GG, HH, II, LL, MM
Rumah Op. Barita Ully Saragi, PUP GG1/ 13 (081385993636)
 
K3R-10
Wilayah:  PUP 4 Blok AL, AM,AN
Rumah bpk Lingga Tobing/ ibu Waty, PUP Blok R 3/ 31
 
K3R- 11
Wilayah:     Vila Mutiara Gading
Rumah Bp. Imanuel,  blok B6 no. 7 , VMG.