Rabu, 23 Oktober 2013

MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ALLAH


Membangun hubungan dengan Allah adalah hubungan yang tertinggi dari semua hubungan-hubungan yang ada. Ini adalah tujuan hidup kita ada di bumi ini. Tanpa hubungan dengan Allah ini kita tidak ada nilainya. Karena nilai kita ada pada Allah yang menciptakannya. Manusia diciptakan untuk sebuah hubungan dengan Allah.

 

Tuhan pun merindukan hubungan dengan manusia. Itulah sebabnya ketika Adam dan Hawa lari dan bersembunyi, Tuhan memanggil manusia itu. Puncak dari kerinduan Allah akan hubungan dengan manusia adalah ketika Allah mengutus AnakNya yang Tunggal ke dunia dan memberikan NyawaNya, agar manusia bisa dikembalikan kepada hubungan  yang Allah rancangkan sejak semula.

 

Tujuan membangun hubungan dengan Allah tentu tidak lain agar kita mengenal Allah. Kita bisa mengenal jika kita membangun hubungan dengan baik. Dengan perjumpaan yang berkesinambungan, maka kita akan semakin mengenal sifat, hakekat atau kodrat dan kehendak Tuhan. Semakin dekat kita dengan Tuhan maka semakin kita mengenal Tuhan

 

PROBLEMATIKA MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ALLAH

 

1. Allah tidak kelihatan

 

Kita harus jujur mengakui bahwa membangun hubungan dengan Allah bukanlah hal yang mudah sebab Allah tidak kelihatan. Membangun hbungan dengan manusia yang kelihatan saja sudah sulit apalagi dengan yang tidak kelihatan.

 

Percayakah kita Allah itu ada ? Apakah pernah melihat Allah, seperti apa wajahNya ? Jika belum pernah melihatNya mengapa percaya bahwa Allah ada. Apa buktinya Allah itu ada.

 

Allah yang tidak kelihatan memang menjadi kesulitan bagi kita untuk membangun hubungan denganNya karena kita berdaging dan masih sangat kuat dipengaruhi oleh kelima indra kita. Inilah salah satu yang membuat hubungan kita naik turun dengan Tuhan.

 

Ada kalanya kita menyangka Tuhan hadir dalam doa kita, karena kita menangis atau merinding padahal hanya perasaan kita. Ketika kita berdoa, benarkah Allah mendengar doa kita, Benarkah Allah tahu kita sedang berdoa. Disinilah sering timbul keraguan dalam berelasi dengan Tuhan.

Penulis Ibrani berkata : “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”. (Ibr 11:6)


Jadi kita percaya Allah ada karena Alkitab mengatakan bahwa Allah ada. Percaya ada Allah menjadi dasar kita untuk membangun hubungan dengan Allah. Sebab tidak mungkin kita membangun hubungan kepada yang tidak ada.

 

2. Kejatuhan Dalam Dosa

 

Kejatuhan manusia dalam dosa telah memisahkan manusia dari Tuhan. Dosa membuat manusia tidak ingin berjumpa dengan Tuhan. Dosa membuat manusia lari dari Tuhan. Oleh kasih kasih karunia Tuhan, Ia datang ke dunia untuk memulihkan hubungan yang terputus tersebut. Manusia diminta untuk percaya kepada pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib dan rela menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruslamatnya secara pribadi.

 

Terus terang, sekalipun kita telah percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruslamat kita secara pribadi bukan berarti kita otomatis menyukai perjumpaan dengan Tuhan. Atau hasrat atau gairah manusia hanya kepada Tuhan. Mungkin pada awal  pengalaman bertemu Tuhan kita punya gairah atau hasrat yang kuat ingin bertemu Tuhan atau ingin memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Tetapi kalau kita jujur tahun-tahun berikutnya, fakta membuktikan tidak mudah untuk memiliki hasrat, gairah atau kerindungan membangun hubungan dengan Tuhan. Mengapa ? Filosofi dunia yang telah banyak mewarnai jiwa kita, kodrat sebagai manusia yang telah jatuh dalam dosa yang ingin hidup tanpa ada kesusahan, tidak ingin menderita, ingin aman, nyaman dan sebagainya.

 

Kita harus berjuang dengan segenap hati untuk tetap memilih Tuhan sampai Tuhan menjadi satu-satunya yang paling berharga di dalam hidup kita berapa pun harganya. Perjuangan ini akan membuahkan hasil yaitu hasrat, gairah atau kerinduan kita hanya Tuhan saja.

 

BAGAIMANA MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ALLAH

 

A. Memiliki Kerinduan yang tulus dan suci untuk mengenal Tuhan

Membangun hubungan dengan Allah harus dimulai dengan kerinduan yang tulus dan suci. Tanpa kerinduan yang tulus dan suci ini, pencarian kita akan Allah hanyalah untuk memuaskan otak kita atau hanya memperluas pengetahuan akali kita saja. Kita bangga mampu menguraikan tentang Allah, sifat-sifatNya, kodratNya dan lain-lain. Namun sama sekali tidak memberi dampak bagi hidup kita. Ini adalah orang yang berbangga dalam kemalangan, tahu tapi tidak mengalami atau menikmati.

 

Pemazmur mengungkapkan kerinduannya kepada Allah :

 

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. ( Mazmur 63:2 )

 

Ya, Allah ku, aku mencari Engkau…..

Secara literal, artinya mencari di pagi hari (look for dawn). Band. Yes 26:9.

Pengertiannya secara luas berarti melakukan satu hal yang paling penting, tidak ada yang lebih penting dari pencariannya akan Tuhan. Sebab hanya Tuhanlah yang dapat memuaskan kerinduan atau rasa haus jiwanya

 

Daud mengungkapkan kehausannya akan Tuhan seperti tanah yang kering dan tandus tiada berair. Menunjukkan bahwa Tuhanlah kebutuhannya yang paling mendesak, jika tidak hidupnya kering, tawar, dan akhirnya jiwanya mati. Itu sebabnya Daud giat mencari Allah.

 

Paulus mengatakan bahwa kerinduannya adalah mengenal Dia (Fil 3:10)

Setelah 25 tahun dalam pelayanannya Paulus tetap merindukan mengenal Tuhan. Peryataan ini juga dikatakannya setelah ia melepaskan segala sesuatu ayat. 8

 

Tuhan Yesus berkata : “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena akan dipuaskan (Mat 5:6)”.

 

Tuhan hanya memberikan diriNya dikenal dan dinikmati oleh orang-orang yang serius dan lapar dan haus kepada Tuhan. Jika kita tidak ingin menginginkan Tuhan , kita tidak dapat apa-apa dan kita akan binasa. Hosea mengatakan : “ Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah” (Hos 4:6)

 

Apakah kita haus dan serius kepada Tuhan, rindu mau mengenal Tuhan ? Jika kita serius tuliskanlah sejenak dalam catatan kita, jangan diselembar kertas, tetapi buku catatan atau di bagian depan atau belakang Alkitab kita.(2-3 menit)

Kita akan selalu melihat dan mengingat komitmen kita

 

Jika kita serius dengan komitmen kita, maka selanjutnya yang harus kita pelajari dalam membangun hubungan dengan Allah adalah memahami tentang Allah. Tanpa tahu tentang Allah, kita bisa membangun hubungan.

 

 

 

B. Memiliki pemahaman yang benar tentang Allah

Dalam rangka Membangun hubungan dengan Allah ini, ada dua hal yang harus kita ketahui agar kita tidak menyimpang.

Pertama, Kemampuan akal budi kita yang terbatas. Akal budi kita yang terbatas tidak mampu sepenuhnya memahami Allah yang tak terbatas, ditambah lagi kita adalah manusia yang telah jatuh dalam dosa. Bahkan sekalipun kita sudah bertobat dan menjadi anak Allah, tetap saja kita kita terbatas memahami Allah.

Sehingga kita tidak merasa lebih dari orang lain atau merasa telah mengenal semua mengenai Allah.

 

Kedua, Allah tidak mewahyukan  segala-galanya mengenai diriNya kepada kita. Namun segalanya yang telah diwahyukan Allah mengenai diriNya kepada kita, dapat kita ketahui.

 

Sesungguhnya tak seorangpun bisa membangun hubungan dengan Allah jika Ia sendiri tidak merelakan diriNya untuk dikenali. Allah dengan kerelaan hatinya yang besar, memberikan dirinya diketahui atau dikenal. Itu sebabnya Ia mengutus AnakNya Yang Tunggal, menjadi manusia yang sama dengan kita bisa mengenalNya dan memberikan FirmanNya. Kita bersyukur bahwa kita telah memiliki Alkitab. Alkitab menuliskan bagi kita tentang Allah, sifat-sifatNya atau karakterNya, kodratNya dan kehendakNya, sehingga kita mengerti mengapa Allah bertindak ini dan itu.

 

Tanpa memilliki pemahaman yang benar tentang Allah, hubungan kita dengan Allahpun tidak akan benar juga. Kita akan salah menilai Allah, menganggap Allah tidak baik atau jahat ketika penyakit belum sembuh padahal telah didoakan, menganggap Allah kejam karena keadaan belum berubah, dan lain sebagainya.

 

Tentu banyak hal yang bisa temukan mengenai Allah di dalam Alkitab, tetapi kita batasi pada sifat-sifat Allah saja. Itu sebabnya tidak ada kata “tamat” dalam menjalin hubungan dengan Allah. Marilah kita memahami sifat-sifat Allah yang berikut :

 

Allah Maha Hadir

Allah maha Kudus

Allah Maha Tahu

Allah Maha Kuasa

Allah Maha Kasih

Allah Tidak Berubah

Allah Yang Tidak Terbatas

Allah Yang Tegas

Allah Yang Setia

Allah Yang Berdaulat

dll

 

Pemahaman yang benar akan Kebenaran mengenai sifaf-sifat Allah di atas membuat kita mengerti apa kehendak Allah. Selanjutnya Kebenaran yang telah mewarnai jiwa kita itu akan membimbing dan mengawasi hidup kita dalam memahami hidup, berkata-kata maupun bertindak.

 

Tetapi kita tidak boleh puas hanya memahami sifat-sifat Allah. Karena antara memahami dan mengalami masih terbentang jauh jaraknya. Sekalipun kita telah memahami dengan baik dan mampu menguraikan dengan baik tentang Allah dan sifat-sifatNya, itu bukanlah tujuan dari membangun hubungan dengan Allah

 

C. Mengenal Allah

 

Tujuan membangun hubungan dengan Allah adalah mengenal Allah. Tetapi untuk bisa mengenal Allah kita harus lebih dulu memahami tentang Allah. Pemahaman yang benar tentang Allah adalah sarana untuk mengenal Allah. Mengenal Allah adalah sebuah proses mengalami atau menikmati dan dinikmati Tuhan. Mengenal Allah Allah adalah sebuah usaha menggoreskan Allah di hati.

 

Bagaimana kita bisa menikmati dan dinikmati Tuhan ? Atau bagaimana kita menggores Allah di hati kita ?

Satu-satunya jalan adalah Melakukan apa yang Allah kehendaki. Semakin suka kita melakukan kehendak Allah, semakin kita menikmati dan dinikmati Allah dan kita semakin mengenal Allah lebih dalam. Inilah yang disebut hubungan yang intim dengan Allah. Tuhan menikmati anak anaknya di dalam ketataan mereka kepada Tuhan.

 

Tuhan Yesus berkata : Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. (Yoh 14:21,23).

 

Jika kita mengasihi Allah, kita melakukan KehendakNya, maka Tuhan sendiri dengan rela menyatakan diriNya, memberikan diriNya dikenal sehingga kita makin mengenal Allah, mengenal pikiran dan perasaanNya.

 

Kita juga harus jujur mengakui bahwa melakukan kehendak Allah tidak semudah mengatakannya, itu sebabnya kita harus serius, tidak boleh menjadi pekerjaan sampingan, tetapi seluruh hidup. Kita harus rela melepaskan keterikatan terhadap apapun seperti hobby, uang, kebanggaan duniawi, dll.

 

Hubungan dengan Allah tidak akan dapat bertumbuh apabila uang, dosa, berbagai kegiatan, hal-hal yang menjadi ketagihan seperti hobby masih menguasai kita lebih dari Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan kita pada pada dunia masih lebih kuat dari kecintaan kita kepada Allah.

Tantangan lain adalah bahwa di dalam diri kita ada hasrat yang melekat untuk menjadikan diri kita sendiri penting atau bernilai, sehingga Allah kalah bersaing.

 

Merenungkan Kebenaran tentang Allah

Ada satu hal yang sering diabaikan, padahal ini sangat penting, yaitu Merenungkan Kebenaran tentang Allah. Kita tidak akan bisa mengenal Allah, melakukan kehendakNya, jika kita tidak melakukan kegiatan pikiran ini, yaitu merenungkan (meditasi) KebenaranNya.

 

Merenungkan (meditasi) adalah kegiatan mengingat, memikirkan, berdiam diri, dan menerapkan bagi diri sendiri berbagai hal yang diketahui tentang Allah.

Merenungkan (meditasi) adalah berbicara kepada diri sendiri tentang Allah dan dirinya sendiri.

Meditasi merupakan kegiatan pikiran yang kudus, yang dengan sadar dilakukan di hadapan Allah sebagai sarana komunikasi dengan Allah ( J. I. Packer).

Merenungkan (meditasi) adalah seperti kegiatan sapi yang mengunyah makanannya.“Seekor sapi akan makan rumput lalu menelannya. Tetapi nanti sapi itu ingin merasakan lagi rumput itu dimulutnya, lalu sapi akan memuntahkan lagi ke mulutnya dan mengunyahnya berulang kali”. Itu dilakukannya terus sampai sampai rumput itu sudah dikunyah habis-habisan dan siap untuk ditelan untuk terakhir kali dan diteruskan ke system pencernaan yang akan memelihara sapi itu. Dekianlah kita lakukan, sehingga Firman meresap dalam hati kita.

 

 

Kegiatan Meditasi ini membuat Kebenaran meresap ke dalam batin kita, menjadikan kita rendah hati dan menumbuhkan cinta kita kepada Allah. Kegiatan meditasi ini akan membawa kita tersungkur menyembah Allah. Cinta inilah yang akan memampukan kita melakukan kehendak Allah. Cinta kepada Tuhan inilah yang mempukan kita rela meninggalkan segalanya yang kita kagumi, yaitu yang dibenci oleh Allah. (Luk 16:15). Cinta yang membuat seseorang berani kehilangan semuanya demi Tuhan yang dicintainya.

 

Jalan Salib atau Jalan Penderitaan

Tuhan mengizinkan kita mengalami penderitaan karena namaNya. Kita dibanting-banting dan semua itu sarana yang Tuhan izinkan agar kita mengenal Tuhan.

 

Penutup

Tidak cukup bagi kita hanya memahami Kebenaran Allah atau memiliki ajaran yang benar saja, kasih atau cinta kita juga harus benar. Jika tidak kita Akan ditegur Tuhan, seperti jemaat Efesus (Why 2:1:8). Tidak ada pilihan lain kita harus bertekad dan nekad mencintai Allah dan dengan sukacita melakukan kehendak Allah

 

Tidak ada jalan pintas untuk mengenal Allah, kita harus tekun membangun hubungan dengan Allah. Kalau membangun hubungan dengan Allah kita harus belajar Kebenaran Firman, belajarlah sunguh-sungguh, Kalau harus berdoa, berdoalah sungguh-sungguh, meditasilah sungguh-sungguh, kalau harus menyangkal diri, sangkallah sungguh-sungguh, dan lain-lain.

 

Akhirnya, bicara mengenai hubungan dengan Allah, bukanlah topik yang perlu banyak dibicarakan tetapi banyak dilakukan, karena dengan melakukanlah kita bertumbuh dalam keintiman dengan Allah yang menuntun kita mengenal Allah.

 

Rabu, 25 September 2013

GATHERING K3R 2013 (1)



Komunitas Kawanan Kecil Rehobot (K3R) THB yang mulai aktif dipertengahan 2011 telah mengadakan gathering yang pertama untuk pembekalan kepada seluruh kordinator dan wakil pada Agustus 2012. Pada saat gathering tersebut, muncul kerinduan dari para kordinator K3R untuk mengadakan gathering ditahun berikut yang melibatkan semua anggota K3R. Kerinduan tersebut telah menjadi kenyataan minggu lalu tepatnya 16-17 Agustus bertempat di Wisma Kinasih, Sukabumi dengan total peserta lebih kurang 350 orang.

Jumat pagi pukul 05.30 para anggota K3R sudah mulai berkumpul dekat kompleks kolam renang THB dengan menggu-nakan kaos yang telah diper-siapkan oleh panitia dengan bertuliskan “... Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan” yang merupakan kutipan dari Yosua 24:15 merupakan “tag line” dari acara gathering kali ini. Bis pariwisata yang full AC dan bertuliskan “Symphonie” berkapa-sitas 60 orang/ bis, telah menunggu dan siap memberangkatkan seluruh peserta. Hanya 5 Bis yang telah disiapkan karena beberapa peserta membawa kendaraan pribadi yang langsung meluncur ke daerah Sukabumi. Pukul 06.00 Bis yang berisi peserta gathering pun mulai berangkat dari THB menuju Wisma Kinasih. Pada waktu menikmati perjalanan di Bis, peserta disuguhi makanan untuk sarapan pagi. Peserta sangat menikmati perjalanan  karena tidak adanya kemacetan yang cukup berarti. Pukul 08.30 kelima Bis telah memasuki area Kinasih  disam-but dengan spanduk “Selamat datang peserta gathering K3R 2013”. Semua peserta turun dari Bis dengan tertib menuju lobby Balai Sidang Kinasih (BSK). Sesampai di lobby, peserta menikmati welcome drink dan snack yang telah disediakan.



Beberapa peserta mengambil foto bersama keluarga atau teman-teman dibeberapa pojok gedung BSK, dan tentunya yang favorit di lokasi photo booth yang telah disediakan. Setelah mengikuti beberapa sesi foto, peserta dipersilahkan untuk memasuki ruang acara di BSK.

Sejenak peserta memperhatikan 2 layar LCD yang berada di pojok kiri dan kanan yang menampilkan animasi ucapan selamat datang peserta gathering dan diikuti hitung mundur 5, 4, 3, 2 dan 1. Bertus sebagai MC  pembukaan gathering menyapa semua peserta yang duduk dikursi-kursi dengan semangat, disambut tepuk tangan yang meriah. Selanjutnya MC mengajak semua untuk menaikkan beberapa pujian kepada Tuhan.





Beberapa panitia terlihat menggunakan HT berkordinasi agar run down yang telah disusun dengan detil dapat terlaksana dengan tepat waktu. Doa pembukaan dipimpin oleh salah seorang TPW yaitu Bp. Nainggolan.
Selanjutnya MC mempersilahkan Bp. Hisar Simanjuntak sebagai ketua panita gathering K3R 2013 yang juga sebagai Kabid K3R untuk menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya ketua panitia mengucap syukur pada Tuhan yang memungkinkan acara gathering ini dapat berlangsung mengingat kebutuhan dana yang cukup besar. Dijelaskan juga bahwa acara akan sangat bervariasi diantara menonton salah satu film rohani Kristen terbaik “Coura-geous”, QUIZ cerdas cermat Alkitab, Perlombaan Acara 17, Seni dan Kreativitas, Malam Keakraban, Unity in Christ hingga komitmen baru dari setiap peserta untuk berani mengambil keputusan untuk berubah memperbaiki diri. Panitia juga mengingatkan bahwa acara gathering ini jauh dari sempurna, dan mungkin tidak memuaskan semua pihak, dan panitia mohon maaf.

 
 
 
 
 

Pdt. Judika Sihaloho memaparkan penting dan sangat berharganya acara yang menghabiskan dana lebih dari Rp. 150 juta ini, untuk itu diingatkan agar semua peserta mengikuti dengan baik.
 

Setelah acara gathering dibuka secara resmi oleh gembala wilayah, di panggung telah bersiap Paduan Suara GBI Rehobot THB yang dipimpin oleh Nelson Tambunan menaikkan pujian "Hari Bahagia". Pujiaan yang dipecah kepada 4 suara terdengar begitu merdu dan enak didengar. 


 

Sesi I : Pemutaran Film “Courageous”.



Courageous adalah salah satu film Kristen terbaik yang pernah dibuat. Film ini dikeluarkan oleh Sherwood Pictures, dan seperti film-film sebelumnya, yakni Flywheel, Facing The Giants, dan Fireproof, film ini juga menampilkan berbagai pesan Alkitabiah. Film ini menceritakan bagaimana seorang polisi yang bernama Adam Mitchell (Alex Kendrick), menginspirasi empat orang sahabatnya untuk tidak hanya menjadi seorang ayah yang cukup baik. Di film ini ditekankan bahwa menjadi ayah yang cukup baik saja ternyata tidak cukup. Seorang ayah yang menginginkan anak-anaknya tidak terjerumus dalam kehidupan yang kelam harus benar-benar mau menjadi ayah yang hebat. Adam Mitchell menemukan satu hal yang tidak pernah disadarinya, bahwa di dalam Alkitab tertulis segala hal yang dapat membuatnya menjadi ayah yang luar biasa. Walaupun begitu, untuk menjadi seorang ayah yang hebat, mereka berlima mendapat banyak tantangan. Empat orang dari mereka memang berhasil menjadi ayah yang hebat, akan tetapi walaupun satu dari mereka tidak berada di jalan yang benar, mereka mengetahui bahwa selalu ada kesempatan baginya untuk bertobat.
Film ini secara tidak langsung mengajarkan kita juga bagaimana seharusnya cara orang Kristen menghadapi kepergian orang yang dikasihi, bagaimana cara bertahan di masa sukar, hingga bagaimana cara mendidik anak-anak remaja dalam memilih pasangan hidupnya. Yang menjadi menarik dalam film ini adalah, film ini tidak melulu membahas masalah-masalah serius. Dalam film ini juga terdapat berbagai macam lelucon yang dapat membuat kita tertawa (setidaknya saya tertawa) dan berbagai macam adegan yang dapat membuat anda menangis.

Akan tetapi, jika anda ingin menjadi seorang ‘Godly father’ atau terjemahan Indonesianya, ‘ayah-yang-seturut-dengan-kehendak-Allah’ maka film ini sangat memberkati.

 
 

Acara Sesi II dan selanjutnya akan dipaparkan pada edisi berikut.

 

 

KETELADANAN





Pendahuluan

Dunia membutuhkan teladan. Siapa yang bisa diteladani ? Kita tidak punya pilihan lain, kita harus jadi teladan, baik di keluarga, lingkungan, gereja.

Menurut KBBI, Keteladanan adalah hal-hal yang dapat ditiru atau dicontoh. Kata Keteladanan  di dalam Alkitab diterjemahkan dari kata Yunani tupos memiliki arti model, contoh atau pola (I Tim 4:12). Tupos ini dihasilkan melalui peniupan yang berulang-ulang sehingga membentuk sebuah tanda atau bekas. Pengertian ini mengindikasikan adanya upaya atau kerja keras.

Dengan demikian Keteladanan adalah sebuah contoh atau model yang dapat dilihat dan  dapat ditiru yang dihasilkan melalui upaya atau kerja keras.

Menjadi Teladan dalam seluruh hidup

Paulus dengan baik memberitahu kepada kita bahwa kita harus menjadi teladan dalam : ( I Tim 4:12 )

Perkataan ; Perkataan seperti apa yang kita ucapkan ? Apakah ucapan kita satu dengan perbuatan kita.
Tingkah laku : Our  action speaks louder than our words. Tindakan kita berbicara lebih kuat dari pada kata-kata kita.
Kasih ; Kita tidak menemukan defenisi kasih dalam Alkitab, karena Allah lebih tertarik menjelaskan kasih melalui perbuatan kasih. Namun Paulus mengatakan bahwa seseorang yang dipenuhi dengan kasih akan menghasilkan kesabaran….( I Kor 13:4-7) . (Catatan : Ganti kata kasih dengan nama kita sendiri)
Kesetiaan/pistis. Bagaimana iman kita menghadapi hidup di dunia yg tidak pasti ini,
Kemurnian. Kemurnian adalah suatu kualitas yang bebas dari percampuran, polusi, atau elemen-elemen asing, tidak ada skandal ( dilambangkan dgn emas )


Mengupayakan Keteladanan

Seperti yang dijelaskan diatas, keteladanan (Yun. tupos) dihasilkan melalui suatu upaya keras (peniupan berulang-ulang sampai membentuk sebuah tanda). Dengan demikian  menjadi teladan itu sebuah proses, It takes time. Seperti seorang model, telah berlatih dan berusaha keras  untuk bisa memainkan peranannya dalam berjalan, menatap penonton, bergaya, dll.

Meneladankan perkataan yang baik, tingkahlaku, kasih, iman, kemurnian tidak mudah, tetapi bukan tidak bisa, karena Allah telah memberikan potensi kepada kita.
     
Ingat : Kita bertanggungjawab atas contoh atau pola hidup yang  kita peragakan. Teladan seperti apa yang sedang kita peragakan ?


Selasa, 13 Agustus 2013

AYO... BERANGKAT!!!

Setelah dipersiapkan hampir 10 bulan, waktu yang ditunggu-tunggu akan tiba. Jumat ini seluruh anggota Komunitas Kawanan Kecil Rehobot THB akan berangkat ke Sukabumi untuk mengikuti gathering 2013.


 

Bermula dari sekedar ingin kumpul sesama kordinator dan wakil kordinator K3R akhirnya diputuskan diadakan gathering dan pembekalan di Wisma Agape pada tgl 17-18 Agustus 2012. Acaranya yang diikuti sekitar 70 orang berlangsung cukup efektip dan berkesan yang menimbulkan kerinduan dari para kordinator K3R untuk melaksanakan gathering bagi seluruh jemaat yang aktif dalam ibadah K3R.

Dalam pertemuan kordinator K3R akhirnya diputuskan untuk melaksanakan gathering K3R 2013. Dengan pertimbangan  peserta yang cukup banyak maka dana yang dibutuhkan juga cukup banyak, untuk itu diputuskan sejak 5 Desember 2012 semua K3R membuat tabungan (kolekte) untuk gathering 2013. Pencarian lokasi gathering juga bukanlah hal yang mudah dengan jumlah peserta hampir 400 orang dan menginap,  diputuskan gathering K3R 2013 dilaksanakan di Wisma Kinasih pada tanggal 16-17 Agustus 2013.

Pendaftaran peserta sudah dimulai dari awal Juni 2013 dengan biaya pendaftaran Rp. 100.000/ orang. Total pendaftaran yang masuk sekitar 350 orang akan menempati 120 kamar yang tersedia di beberapa lokasi yaitu Wisma Kinasih yang terdiri 3 lantai, Gedung Melati B, Wisma Anuraga, Yosephine dan 5 buah rumah panggung.

Acara gathering akan dilaksanakan di 4 lokasi yaitu :

1. Balai Sidang Kinasih (Acara pembukaan, Games, Nonton, Quiz dan Malam Seni dan Kreativitas)

2. Lapangan rumput Kinasih (Acara perlombaan 17 Agustus-an)

3. Wisma Kinasih (5 aula untuk komunitas SM, Remaja, Pemuda, Demud dan Usin)

4. Lapangan parkir (Api unggun, malam keakraban dengan Berbeque).

 
Bagi jemaat yang memiliki kendaraaan disarankan agar membawa kendaraan sendiri sedangkan bagi yang tidak memiliki kendaraan telah dipersiapkan 5 Bis pariwisata Simphony dilengkapi AC yang masing-masing berkapasitas 60 orang. 

Disarankan bagi setiap jemaat yang akan mengikuti acara gathering agar istirahat yang cukup sebelum tanggal keberangkatan. Seluruh  peserta di-harapkan sudah hadir pukul 06.00 pagi di gereja Rehobot THB, karena pukul 09.00 pagi semua peserta dijadwalkan sudah tiba di Wisma Kinasih, Caringin.

Peserta juga diingatkan untuk membawa pakaian yang cukup sesuai “dress code” yang tertera pada acara serta jangan lupa untuk membawa obat-obatan pribadi. Jika ada keluhan dipersilahkan  melapor kepada kordinator dan wakil kordianator K3R masing-masing.

Pengambilan kunci kamar akan diinformasikan lebih lanjut dengan membubuhkan tandatangan pengam-bilan dan penyerahakan kembali. Wisma Kinasih adalah standar hotel yang dilengkapi kran air panas dan tersedianya handuk dan sabun. Waktu akan pulang ke Bekasi, penting sewaktu meninggalkan kamar untuk memeriksa kembali barang bawaan, jangan sampai ada tertinggal. Handuk yang disediakan adalah milik hotel dan tidak diperkenankan untuk dibawa pulang, penanggung jawab kunci agar memastikan. Selamat mengikuti gathering K3R 2013! Tuhan Yesus memberkati! Ayo ... Berangkat!!!

 

BEBAL


A. Pendahuluan

              Paulus berkata kepada jemaat di Efesus bahwa sebagai anak-anak terang, kita harus memperhatikan bagaimana kita hidup, janganlah seperti orang bebal (asofos), tetapi seperti orang arif (sofos)- Efesus 5:15.

 

B. Pengertian “bebal“

              Bebal dalam Kamus bahasa Indonesia memiliki arti “bodoh, sukar mengerti” . Dalam kamus Alkitab memiliki arti “Bodoh, tanpa pengertian/hikmat, tanpa pengetahuan,  orang yang memandang rendah hikmat, tidak berpengetahuan.

Yang dimaksud dengan tanpa pengertian atau pengetahuan disini bukan tidak memiliki pengetahuan secara akademis atau keahlian seperti tahu computer, managemen, kesehatan, tehnik, dll. Tetapi pengetahuan akan Tuhan atau pengenalan akan Tuhan. (YADA). Akibatnya semua keputusan dan tindakan yang diambil hanya untuk diri sendiri dan memuliakan diri sendiri. (Mulia artinya “lebih dari”)

Inilah yang membuat kita berhikmat. Hikmat adalah kemampuan yang diberikan Tuhan kepada kita untuk memilih hal-hal yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

C. Sikap orang bebal

1. Menyangkali keberadaan Allah (Maz 14:1, 53:2)

 

Orang bebal berkata : Tidak ada Allah. Pernyataan tidak ada Allah disini bukanlah penyangkalan secara teoritis tetapi praktis (atheis praktis). Jadi yang dimaksud adalah orang bebal itu berkata : Allah itu tidak menuntut, Ia tidak berbuat apa-apa, malapeta tidak akan menimpa kita. Sikap hidup seperti ini merupakan dosa asal kejahatan manusia (Adam dan Hawa sudah tahu tetapi melanggar, mereka menganggap Tuhan tidak berbuat apa-apa). Paulus berkata : Jangat sesat, Allah tidak bisa dipermainkan (Gal 6:7). Bandingkan : New Living Translation : “Only fools say in their hearts,"There is no God.".

2. Merasa keji (kotor, hina) menghindari kejahatan (Ams 13:19), kebahagiaannya adalah melakukan kejahatan. Itu sebabnya jangan heran melihat orang bebal  tetap saja melakukan kejahatan sekalipun mengetahui kebenaran itu. Karena melakukan kebenaran menyusahkan atau menggelisahkan hatinya.

 

D. Akibat Kebebalan

1. Yesus mengkontraskan orang bijak dan bodoh (Mat 7:24-27). Orang bodoh atau bebal itu mengalami kehancuran dalam hidupnya ketika hujan dan badai itu datang. Orang bebal tidak mengerti kehendak Tuhan (Ef 5:15-17)

2. UmatKu binasa karena tidak mengenal Allah, tidak berpengertian dengan kata lain, binasalah umatKu yang bebal (Hos. 4:6)