Sabtu, 04 Mei 2013

Pertanyaan : Apa yang maksudkan ayat ini: Rm 5:20 ?


Pertanyaan :

Apa yang maksudkan ayat ini: Rm 5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan dimana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah? Mengapa ketika Taurat ditambahkan pelanggaran menjadi semakin banyak?

 

Jawab :

Untuk menjawab hal ini, mari kita perhatikan tujuan ditambahkannya hukum Taurat dalam Rom 5:20.

1. Hukum Taurat ditambahkan supaya pelanggaran menjadi semakin banyak

Jika kita perhatikan bagian pertama, memang sulit memahaminya karena terkesan kuat Tuhan mau agar pelanggaran makin banyak, namun tidak demikian.

Paulus berkata bahwa hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik. Jika demikian, adakah yang baik itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku, supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa (Rom 7:12-13)

Sebelumnya Paulus mengatakan bahwa oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!" Tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan; sebab tanpa hukum Taurat dosa mati (Rom 7:7-8).

Semakin kuat manusia berusaha mentaati Hukum Taurat, maka manusia semakin melanggarnya dan makin banyaklah sadar pelanggaran itu dilakukan.

 
2. Hukum Taurat ditambahkan agar kita bisa melihat kasih karunia yang berlimpah-limpah

Agar menjadi lengkap, kita harus melihat bagian yang kedua yaitu dengan ditambahkannya Hukum Taurat pelanggaran bertambah banyak, manusia dengan sadar melihat dosa yang banyak, untuk itulah Tuhan Yesus mati menebus dosa kita. Kasih karunia Allah berlimpah untuk menyelesaikan dosa manusia. Sebesar apapun dosa manusia kasih karunia Allah melimpah atas kita. Paulus mengatakan : Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Rom 5:8).

Tetapi bukan berarti kita jadi semaunya berbuat dosa agar bertambah kasih karunia. Sebab orang yang mengalami kasih karunia Allah yang melimpah akan semakin menghormati Tuhan dan takut berbuat dosa karena menyadari betapa mahalnya kasih karunia Allah itu.

 

PROFIL : EDWIN SIHALOHO


Lahir di Sidikalang, tanggal 24 April 1969, pagi jam 2 dini hari. Demikian asal mula keberadaan coordinator K3R 7 yang bernama Edwin GS. Tak pernah merencanakan diri untuk menjadi seorang pendeta – jangankan merencanakan, memimpikan pun tidak. Jika hari ini beliau menjadi pendeta itu semua kasih karunia Tuhan semata.

Anak ke 4 dari tujuh bersaudara, sebenarnya cita-citanya sederhana saja, pengen jadi seorang guru SD, tetapi sang ibu yang berprofesi sebagai guru SD melihat pada zaman itu penghasilan seorang guru yang kecil, maka ia berusaha meyakinkan si anak untuk mengganti cita-citanya. Si ibu dan ayah menyarankan agar Edwin muda mengganti cita-citanya. Tetapi apa daya, keuangan mereka terbatas karena harus menyekolahkan tujuh orang buah hatinya.

Selepas SMA, Edwin bekerja di sebuah perkebunanan di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Pada suatu hari ia terkena tetanus dan sampai stadium 3. Jika terlambat 5 menit lagi saja – tidak dirawat di RS, beliau pasti sudah pesiar ke planet lain – alias tak ada lagi di dunia ini dan kisah inipun tidak akan pernah ada. Tuhan memberi kesempatan hidup, setelah 40 hari di rawat di RS, akhirnya beliau pulang.

Mengenang kejadian tersebut, Edwin bertutur, “pada hari keduapuluh, di saat masa krisisnya telah lewat, ia pernah menulis sebuah doa di buku diary,  “Tuhan, jika aku pulang dengan sehat, aku mau melayani Tuhan…” . Tetapi doa itu dilupakan dengan cepat, ia segera sibuk dengan dunianya.

Melakukan hal-hal yang tidak mempermuliakan Tuhan. Sampai kemudian Tuhan menuntunnya untuk memenuhi janjinya. Kristen sejak kecil tidak menjamin mengenal Tuhan dengan benar – itu bukan semata kesalahan jemaat. Gereja harus bertanggungjawab untuk “mencomblangin” umat dengan Tuhan (2 Kor.11:2). Gereja harus mampu mempertunangkan umat kepada Tuhan, sehingga umat benar-benar mencintai Tuhan.

 
Saya bersyukur menjadi bagian pelayan Tuhan di GBI Rehobot yang memiliki visi seperti yang Alkitab ajarkan, yaitu “Membangun umat Kerajaan Allah Dalam Kebenaran.” Saya juga bersyukur bisa mengenal dan bersahabat dengan Pdt. Judika Sihaloho, yang tulus melayani Tuhan, serta teman-teman sesama coordinator K3R dan wakilnya. Hal ini menjadi api yang membakar gairah untuk lebih lagi sungguh-sungguh melayani Tuhan.

Dulu cita-citaku hanya jadi guru SD, tetapi sekarang Tuhan membawaku lebih lagi, Dia mempercayakanku menjadi seorang Dosen, guru bagi calon pendeta di STT, di Jakarta dan di Bekasi. Mari melayani Tuhan dengan Tulus atau paling tidak mari kita belajar untuk melayani Tuhan dengan tulus. Terakhir, Tuhan juga memakai orang jomblo, kok.

 

KUASA PERKATAAN (lanjutan)


C. Bagaimana Agar Perkataan kita Berdampak baik ?

 

    Sekali lagi, jika perkataan atau lidah kita tidak konsisten, maka ada yang salah dalam “HATI” kita. Bukan lidah kita yang salah, karena lidah hanya mengatakan apa yang ada di dalam hati. Tuhan yesus berkata : “Apa yang keluar dari mulut berasal dari hati (Mat 15:18). Oleh karena itu kita harus menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan (Ams 4:23)

    Bahasa sehari-hari : Jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu.

 
Ada 2 Langkah agar perkataan kita member dampak yang baik :

Mengalami Transformasi  hati dan Pikiran

Apa yang ada di dalam hati ditentukan apa yang kita isi ke dalam hati dan pikiran kita. Jendelanya adalah mata dan telinga.

 
Hati kita diubahkan melalui pembaruan pikiran (Rom 12:2). Pembaruan pikiran terjadi melalui Firman Tuhan. Pikiran kita diwarnai oleh Firman Tuhan. Sehingga hati kita penuh dengan Firman Tuhan dan Firman itu akan meluap keluar melalui lidah dan mulut kita dan memberi dampak bagi orang lain atau memberkati orang lain atau menyembuhkan dan member kehidupan bagi orang lain.

 Itu sebabnya tidak ada pilihan lain, kita harus tekun belajar Firman Tuhan baik secara pribadi maupun di gereja mendengarkan kotbah. (dengar kotbah serius).

 

Displin melatih mengatakan hal yang berguna

Tetapkan hati secara sadar untuk berkata baik dan benar, tidak boros  dalam bicara (Fil 4:8, Yak 1:19). Bicaralah dengan sopan, lembut, tidak kasar dan membangun.

 
Jangan lupa bahwa otak kita punya memori yang telah merekam banyak hal dari dunia ini atau filosofi dunia ini. Kita harus berjuang keras untuk menggantikannya dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan itu menyucikan hati dan pikiran kita (Mazmur 119:9-11).

Jika kita terus melakukannya maka hati dan pikiran kita bersih sesuai Firman Tuhan  maka akan keluarlah perkataan yang membangun orang lain.

 
Contoh kata-kata yang membangun :

 

Tolong……

Terima kasih

Maafkan saya

Aku mengasihimu, dll.

 

Akhirnya Kuasa Perkataan berarti perkataan kita memiliki kuasa. Karena hati dan pikiran kita diwarnai Firman Tuhan maka perkataan kita adalah perkataan yang memberikan semangat, membangun,  dan kuasa yang mulia dari Tuhan akan memberkati orang lain, tetapi Jika hati dan pikiran kita jahat maka kuasa dari yang jahat pulalah yang kan keluar dari perkataan kita dan menyakiti bahkan membunuh orang lain.

Mana yang anda Pilih ??????

 

Mulai sekarang praktekkan mulai dari keluarga. Satu pujian untuk istri akan dibalas satu kalimat pujian, teman, dan sebagainya.

 

Minggu, 21 April 2013

Ringkasan Kotbah Minggu pagi 21 April 2013

Pdt. Lay Amin Filemon.

Merubah dari fokus kebutuhan lahiriah kepada fokus kepada masa yang akan datang.

Kej 1:
27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28.Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Allah menciptakan manusia untuk memuliakan Tuhan. Dengan berkarya dan mengembangkan potensinya menahlukkan dunia menjadi corpus delikti, tetapi setelah manusia jatuh ke dalam dosa, manusia berfokus untuk memenuhi kebutuhan lahiriah.

Manusia jatuh kedalaman dosa karena 3 aspek:
- keinginan mata
- keinginan daging
- keangkuhan hidup.

Kej 3:
4. Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5. tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Kej 2:
16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Sekarang fokus hidup kita kembali kepada Allah bukan kepada makan minum pakai dan keangkuhan hidup.

1 Tim 6:
7. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
8. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
10.Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Fokus kita seharusnya adalah untuk kehidupan yang akan datang yaitu memuliakan Tuhan dengan pembaharuan budi dengan belajar firman Tuhan. Hanya firman Tuhan yang dapat merubah fokus hidup pemenuhan kebutuhan lahiriah kepada fokus kepada Allah.

Rom 12:
1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kita harus menyadari bagaimana mengembalikan kepada hidup yang diinginkan Allah.Kita harus memiliki iman untuk kehidupan yang akan datang.

Ibr. 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

LOKASI K3R MINGGU INI : RABU 24 APRIL 2013


K3R- 1

Wilayah:     Boulevard Hijau, Harapan Indah 2, Bintara, Jakarta Garden City  dan Perumnas 1

Rumah Kel. Bp.  Johanes/ Ib. Shanti, Cluster Harmoni, Blok HZ-8, No. 1. Harapan Indah 2 (08159994881)  

K3R- 2

Wilayah:    Pejuang Jaya dan Harapan Indah 1

Rumah  Kel. Bp. Ucok Tobing, Blok B, No. 123 (081210758657)

K3R- 3

Wilayah:     Taman Harapan Baru

Rumah Kel. Bp. Hisar Simanjuntak/ Ib. Elina, THB Blok J3  No. 5  (082122596767)

K3R- 4

Wilayah:   Puri Harapan, Wahana Harapan dan Pertanian

Rumah Kel. bpk  Pak Andreas Widodo, Puri Harapan D2/38 (O818241464)

K3R-5

Wilayah:     Pesona Anggrek, Prima Harapan, Villa Anggrek  dan Tytian Kencana

Rumah Ibu Pulisa, Pesona Anggrek, Blok F-3 no. 8, (0856 5824 1148)

K3R-6

Wilayah:     PUP  Sektor, Taman Candra Baga : Rumah Kel. Bp. Julister Sipayung, Kav. Taman Wisata, Blok D20 No. 3A Taman Duta (081382117931)

K3R- 7

Wilayah:     PUP 1 Blok A,B,C,D,E,F,G,  Rumah Ib. Mesi

K3R- 8

Wilayah:     PUP 2 Blok AC,AD,AE,AK,AF, Rumah Ibu Parti Ester, Blok AC 8/ 13

K3R- 9

Wilayah:     PUP 3 Blok G1, GG, HH, II, LL, MM : Rumah Kel. bp Jimmy, PUP CC4/ 15

K3R-10

Wilayah:  PUP 4 Blok AL, AM,AN : Rumah Kel. bp Rolan Simanjuntak, PUP Blok AM 3/ 4

K3R- 11

Wilayah:     Vila Mutiara Gading : Rumah Kel. Bp. Immanuel, VMG, Blok B6/ 7(92447015)

 

PROFIL : DIDIK KRISPURYANI


Koordinator K3R 6 ini, bernama lengkap Didik Krispuryani. Berasal dari kota yang sama dengan Presiden pertama RI – Soekarno, Blitar, Jawa Timur. Lahir tanggal 10 Mei 1970, anak bungsu dari enam bersaudara. Tahun 1999 ia menikahi pujaan hatinya Ester Rahmawati, dan dikaruniai Tuhan dua orang putri, Eraskha Paskalia Kristalen Diestony dan Madeline Lou Eta Diestony. Ketika remaja Didik sudah aktif berkecimpung dalam pelayanan. Talenta bermusiknya kembangkan dengan maksimal. Walau secara otodidak, empat alat musik, ia kuasai: drum/perkusi, piano, gitar dan bas. Hari-hari yang dilalui penuh sukacita : sekolah, ladang dan gereja. Hidup dengan sederhana di desa dan lingkungan gereja.

 

Lulus SMA tahun 1993 ia merantau ke Jakarta. Tujuan yang ada dalam benaknya adalah ingin mengalami pertumbuhan dalam iman.  Hamba Tuhan kita yang satu ini memiliki motto, “Saya hidup harus bekerja, tapi bukan pekerjaan yang membuat saya hidup. Yang membuat saya hidup adalah melayani Tuhan.”

 

Filosofi ini yang menggerakkan hidupnya untuk melayani Tuhan dengan semangat.

Ia tidak memilih-milih pekerjaan. “Kerja apa saja yang penting ada waktu untuk pelayanan.” Ia bekerja di pelabuhan Sunda Kelapa sebagai Kerani. Setelah itu “naik” menjadi Kolektor, hingga tahun 1996. Sambil bekerja ia bergabung di “PD Mulia” yang dipimpin oleh Bpk. Prayitno, dan di sana pula ia berkenalan dengan Pdt. Erastus Sabdono yang sering pelayanan bersama keliling Jawa.  Berbagai tantangan hebat menerpa biduk rumah tangganya. Tetapi semua persoalan itu dapat dilewati, hingga tahun 2004. Tahun 2005 ia menjadi tukang kredit pakaian di kantor-kantor. Tahun 2006 bergabung di perusahaan pakaian TNI. Tahun 2007 merintis konveksi hingga sekarang. Alasan merintis usaha diawali dengan “semangat yang salah” yaitu hanya ingin menunjukkan bahwa “saya bisa” kepada mantan bosnya.

 

Tahun 2009 ia kena musibah, tertipu oleh sebuah partai peserta pemilu. Tak cukup sampai di situ, tergiur dengan keuntungan yang besar, lagi-lagi proyek yang dikerjakan gagal. Kegagalan-kegagalan itu disikapi dengan tabah dan akhirnya membuka pintu pikiran dalam sudut pandang yang benar tentang kasih karunia Tuhan. Dulu pak Didik mengira kasih karunia seperti ini. “Bahwa Tuhan pasti bela, apalagi jika kita sudah melayani Tuhan. Tuhan tak mungkin biarkan kita rugi apalagi ditipu. Tuhan pasti mengobah karakter kita, kita diam saja dan pasif”. Ternyata tidak seperti itu harus ada perjuangan dan tanggungjawab dari kita. Kita harus menguasai keinginan.

Waspadalah: Pemahaman yang salah menghasilkan tindakan yang salah. Tidak semua pelayanan kita memuliakan Tuhan, sebab ternyata dalam pelayanan kita bisa melayani diri sendiri.

 

Bagaimana kita Menjaga Hati (Amsal 4:23)?


Pertanyaan :

Syalom Pak Pendeta, Bagaimana kita Menjaga Hati (Amsal 4:23)?

 

Jawab : Seseorang tidak menginginkan hartanya diambil atau dicuri orang lain, Tidak menginginkan orang lain merusak rumahnya, demikian halnya dengan tubuh. Tak seorangpun membiarkan tubuhnya sakit, jorok dan terluka. Itu sebabnya seseorang menjaganya dengan baik. Semakin bernilai sesuatu “barang” maka makin kuatlah penjagaan yang dilakukan. Apa yang bernilai bagimu ? Bernilaikah bagimu hati yang bersih ?

 

Kata “Jagalah dalam Amsal 4:23 artinya mengawasi untuk memelihara dengan selamat, mengontrol keluar-masuk, mengawasi untuk mencegah (seseorang) melarikan diri, melindungi dari kehancuran dan bahaya. Ada usaha atau kerja keras.

Dan ini sebuah perintah dari Tuhan. Kita harus menjaga hati untuk tidak melukai dan dilukai orang lain. Hati yang anti gores. Menjaga hati  dengan segala kewaspadaan. King James Version memakai kata diligence (kewaspadaan) yang berarti rajin. Jadi harus tetap rajin dan waspada menjaga hati ini. Kita mesti waspada mengawasi hati dimana dan kapan saja, sebagai harta yang mahal.

 

Pemazmur berkata :”Firman Tuhan senjata paling ampuh untuk menjaga hati, yang terperagakan dalam kelakuan. ( Maz 119:9-11).

Bagaimana ini bisa terjadi ? Ini bukan sekedar membaca Alkitab, mendengarkan kotbah. Tetapi mempelajari, merenungkan dan melakukan Firman Allah.

 

Inilah kelemahan banyak orang percaya saat ini sedikit sekali yang mau mempelajari Firman Tuhan. Membaca, memikirkan, menemukan apa yang menjadi jalan Tuhan bagi kita melalui Firman-Nya. Firman itu pelita bagi jalan, Firman itu memerdekakan kita. Kita harus menjadikan Firman Allah sebagai rule (aturan) dan mengaplikasikan dan menggunakannya. Cara/jalan hidup kita harus seperti cara/jalan hidup Yesus. Perhatikan bagaimana kamu hidup/kebiasaanmu (Ef 5:15). Ada kalanya dalam hidup ini kita memiliki masa-masa kebodohan (I Pet 1:14). Disinilah kita sering gagal menjaga hati. Kita bisa tergoda berdosa, mara-marah, memaki-maki, menyimpan dendam, dll. Hati-hati dan kenalilah masa-masa kebodohanmu. Ini bisa terjadi saat lemah.

 

3 Hal yang harus kita lakukan untuk menjaga hati Menurut Mazmur 119:11-13

 

1. Memperhatikan/mengamati Firman dengan merenungkan ( ay.15)

2. Menyimpan Firman dalam hati, tetap hangat dalam ingatan (ay 11)

3. Menceritakan/menyaksikan Firman kepada orang lain (ay. 13), melalui perkataan dan perbuatan kita

 

Selamat terus waspada menjaga hati !

Tuhan memberkati !