Selasa, 19 November 2013

IBADAH PERDANA BATAK BERMAZMUR DI GBI REHOBOT THB

Ibadah perdana Batak Bermazmur pada Kamis 17 Oktober 2013 di GBI Rehobot THB disambuat antusias komunitas Batak Bekasi.
 
Dihadiri lebih kurang 350 jemaat, diantaranya 100 oran non jemaat Rehobot,  ibadah Batak Bermazmur yang berlangsung pada hari Kamis, 17 Oktober berjalan dengan sangat baik. Kemeriahan yang mengalir sebagai tanggapan antusiasme jemaat yang tulus membuat ibadah Batak Bermazmur MANTAP. Sebagai tuan rumah, panitia lokal yang diketuai bapak Pantas Nainggolan bekerja dengan sungguh-sungguh mempersiapkan acara tersebut.
Suasana ibadah Batak bermazmur
Anak muda penyambut tamu berpakaian rapih dengan mengenakan Ulos Batak – sebuah pemandangan yang apik untuk dilihat. Paduan Suara Rehobot THB menaikkan lagu pujian di hadapan Tuhan yang disambut dengan gegap gempita jemaat Tuhan. Artis Batak seperti Amat Amigos dan Style Voices yang mendukung acara tersebut tampil KEREN. Tak ketinggalan bang Yan Berlin Panjaitan dan ibu Saidah Siahaan memperdengarkan suara emasnya....
Dalam pesan khotbahnya, bapak Pdt. Erastus Sabdono mengingatkan bahwa orang-orang Batak istimewa di hadapan Tuhan. Dengan setengah berkelakar beliau berkata, bahwa ketika kerajaan Israel Utara ditaklukkan oleh bangsa Asyur, mereka di dibuangke daerah jajahan Asyur. Dan kesepuluh suku Israel tersebut tidak pernah kembalilagi. Mereka terserak keujung bumi. Jadi siapa tahu salah satu suku Israel itu merupakan nenek moyang orang Batak.
Amat Amigos bermazmur bagi Tuhan.

Pak Eras mengingatkan bahwa Ibadah Batak Bermazmur bukanlah milik orang Batak semata, bukan pula milik gereja Rehobot tetapi milik Tuhan. Untuk itu ibadah Batak Bermazmur hadir untuk menjadi berkat bagi umat Tuhan. Kiranya ibadah Batak Bermazmur menjadi kalender tetap di Rehobot THB..... HORAS!
 
 

Minggu, 03 November 2013

Mana yang lebih baik berdoa sendiri (pribadi) atau berdoa bersama-sama ?


Pertanyaan :

Mana yang lebih baik berdoa sendiri (pribadi) atau berdoa bersama-sama ? Apakah kalau yang mendoakan lebih banyak orang maka doa lebih dikabulkan (dari pada yang lebih sedikit orang yang mendoakan), karena sering kita mendengar ucapan :"Tolong bantu dalam ya ?" Apakah doa yang dikabulkan itu ciri-cirinya sesuai dengan yang kita minta ? Apa yang kita perbuat jika doa kita terkabul ?

 

Jawab :

          Alkitab berkata : Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya ( Yak 5:16).

Jelas bahwa yang penting bukan berapa jumlah orang yang berdoa, tetapi "orang benar".  Apakahyang berdoa adalah orang benar ?

 

          Tuhan Yesus berkata : "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya" ( Yoh 15:7).

Dari ayat ini kuncinya adalah tinggal dalam Tuhan Yesus dan FirmanNya tinggal dalam kita. Jelas tidak penting berapa jumlah orang yang berdoa.

 

          Jadi bicara mengenai pengabulan doa yang penting adalah kita harus jadi orang benar yang tinggal dalam Yesus dan FirmanNya tinggal dalam kita. Ini membuat kita mengerti kehendak Tuhan. Jika kita mengerti kehendak Tuhan, maka permintaan kitapun akan dikabulkan Tuhan karena apa yang kita minta akan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita tidak meminta untuk memuaskan diri sendiri (Yak 4:3). Jadi pergumulan kita yang paling utama adalah mengerti kehendak Tuhan. Kita harus memberikan seluruh hidup kita dan memberikan waktu untuk belajar mengerti kehendak Tuhan dengan terus menerus tinggal dalam Tuhan dan FirmanNya.

 

          Namun menarik untuk kita perhatikan sekalipun seseorang itu adalah orang yang benar, doanya bisa tidak sesuai kehendak Tuhan juga. Bisa karena penderitaan yang dialami.

Misalnya Paulus, dia meminta agar duri dalam dagingnya diangkat Tuhan, tetapi Kehendak Tuhan lain, Tuhan mau duri dalam daging itu tetap dalam diri Paulus dan itu menurut Tuhan untuk kepentingan Paulus sendiri.

 

Adapun ungoapan "bantu dalam doa" maksudnya hendak menunjukkan bahwa kita sebagai komunitas diberi kesempatan untuk saling memiliki beban, memberikan kasih kita satu sama lain. Dampaknya kita akan senang jika tahu banyak orang yang mendoakan kita. Hal itu bisa memberi semangat kita karena kita tahu banyak teman seiman berdoa untuk kita atau berdoa bagi apa yang kita minta kepada Tuhan. Namun mengenai terkabul tidaknya itu tergantung pada apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan bagi kita. Apakah permintaan kita itu diberikan akan merusak iman kita atau akan menumbuhkan iman. Tuhan yang tahu pasti, jadi kita ikut kehendak Tuhan saja.



Akhirnya jika doa kita dikabulkan, bersyukurlah dan balas budi baik Tuhan dengan hidup makin berkenan kepada Tuhan.

 

Jumat, 01 November 2013

KIAT BERBISNIS DENGAN MODAL TERBATAS

 




Gembala wilayah menyerahkan cenderamata kepada Ferdinand Sadeli didampingi Niko Raharja (Wakil Demud THB)


Seminar Kewira-usahaan yang bertema "Kiat Berbisnis dengan Modal Terbatas", untuk mendukung Program KLR (Kredit Lunak Rehobot), telah diadakan pada hari Minggu lalu tanggal 29 September 2013, dari pukul 10.45 - 14.30 WIB di Gereja Tercinta kita, dengan Pembicara seorang Praktisi Bisnis, dan Pengajar Akademisi yang sudah sangat terpercaya, yaitu Bapak Ferdinand Sadeli, MAF. CFA. CPA. FRM. Saat ini Beliau bekerja sebagai Executive Director & CFO (Chief Finance

Officer), Sinarmas Land Ltd. yang berkantor pusat di Singapore, dan dipercaya sebagai Head of Program, CFA Training – Binus Executive Education, dan seorang pebisnis, dimana beliau adalah Founder, FIRM Excellence (Education Training).


Beliau tidak segan-segan membagikan ilmu dan pengalaman kerjanya selama 18 tahun lebih, tentang hal-hal yang sangat prinsip, yang harus dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan suatu usaha, serta memotivasi para wirausaha untuk tetap memilki mental yang tidak mudah menyerah, dan terus menjunjung tinggi nilai-nilai lebih yang membedakan kita dengan para wira-usaha pada umumnya. Beliau juga memberikan banyak wawasan bagi para peserta yang ingin memulai suatu bisnis, baik itu UMKM (Usaha Modal Kecil Menengah), atau usaha dengan Modal yang lebih besar seperti franchise bisnis.



 Berikut beberapa ringkasan dari Seminar tersebut :

Contoh Bisnis yang bisa dilakukan di Rumah :
● Menjahit.
● Menjual Makanan / Snack.
● Jual Pulsa.
● Buka Les Private.
● Buka Warung.
● Jasa Design atau Edit Foto.
● Laundry.
Banyak Sekali Bisnis yang dikerjakan di rumah, TANPA perlu menyewa tempat, tetapi yang paling penting, PERHATIKAN APAKAH ADA PASARNYA !!

Lihat Kebutuhan Manusia, ide apa yang cocok dengan Anda :
● Sandang – terkait busana/pakaian.
● Pangan – makanan dan minuman.
● Papan – terkait properti.
● Pendidikan – kursus / pelatihan.
● Kesehatan.
● Hiburan, dlsb.


Untuk memilih bisnis franchise, ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian, seperti :
1. Sebaiknya sudah stabil dan berjalan di atas lima tahun.
2. Kekuatan merk franchise di pasar.
3. Sistem atau prosedur untuk menjalankan bisnis franchise
4. Pelatihan dan support dari franchisor.
5. Fee yang dibebankan oleh franchisor.


Hal-hal prinsip dalam menjalankan suatu bisnis :
● Pilihlah Bisnis di bidang yang anda sukai – anda membutuhkan passion dalam menjalankan bisnis (hasrat, gairah yang keluar dari hati).
● Pastikan barang dan jasa (produk) tersebut diminati banyak orang – kita harus melihat celah kebutuhan, dalam hal ini juga dibutuhkan keberanian (buang rasa malu, tentunya dalam hal yang positif) dan sisi kreativitas dari dalam diri kita.
● Fokus dan Konsisten – jangan mudah menyerah. Ingat, "Perjalanan Jauh" dimulai dari suatu "Langkah Kecil" yang terus menerus dilakukan.
● Jalin Jaringan Bisnis – gunakan teknologi (Blackberry, iPad, Tablet Android), dan cari media komunikasi (Blackberry Messenger, Akun Tweeter, Face-Book, dlsb.) atau promosi yang tepat, yang sesuai dengan sasaran dari barang dan jasa (produk) yang kita jual.
● DALAM SEGALA USAHA, SERVICE (PELAYANAN) ADALAH YANG UTAMA.
● RAJIN PANGKAL PANDAI, HEMAT PANGKAL KAYA. Hati-hati dengan gaya Materialisme atau Konsumerisme (Belilah yang anda butuhkan, BUKAN yang anda inginkan – "Life is not to own what you like, but to like what you own").
● Modal bukan saja bicara tentang Liquid Capital (modal cair = uang), tetapi juga dibutuhkan beberapa Modal dari sisi lain yang harus kita investasikan :
- IQ (Intellegence Quotient) = Knowledge Capital (Modal Pengetahuan dan Penguasaan akan bidang Bisnis yang kita jalankan). Pahami Seluk Beluk Bisnis dan RISIKOnya sebelum Anda Mengambil Keputusan
- EQ (Emotional Quotient) = Social Capital (Kualitas Jaringan Hubungan kita dengan sesama).
-AQ (Adversity Quotient) = Character Capital (Mental / Karakter / Motivasi Diri). Terus berjuang mengejar Tujuan / Goal anda.
- SQ (Spiritual Quotient) = Jangan Melupakan Tuhan dalam Perencanaan (Yak 4:13-17). Dan Yeremia 33:3, “Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui”, yang juga menjadi ayat pedoman dari seorang Ferdinand Sadeli.


Peserta antusias mengikuti seminar dengan mengajukan beberapa pertanyaan
Dikarenakan keterbatasan waktu, hampir selama 3 (tiga) jam dalam 2 (dua) sesi, Beliau telah berbicara, dan juga berinteraksi dengan para peserta yang bertanya, dirasakan sangat kurang, dan masih menyisakan banyak rasa keingin-tahuan bagi para peserta Seminar yang hadir. 

 
Dikarenakan dari itu departemen Dewasa Muda akan terus berupaya menyajikan acara-acara seperti ini yang bertajuk "Pengembangan Diri dan Karakter". Marilah kita terus mendukung dengan menghadiri acara - acara yang diadakan oleh Komisi Dewasa Muda. Nantikan Acara Seminar selanjutnya. Salam DeMud!
 


























Kamis, 31 Oktober 2013

PROFIL : NIKO RAHARJA



Berpenampilan tenang, murah senyum dan sederhana, demikian penampilan Wakil koordinator K3R 3 yang bernama lengkap NIKO RAHARJA. Bapak dua anak ini lahir di Jakarta, tanggal 7 April 1973.




Menikah dengan gadis pujaan hatinya LEANAH yang juga lahir Jakarta, pada tanggal 26 Sept 1973. Dari hasil pernikahan mereka, Tuhan menganugerahi dua orang buah hati yaitu Clara Jessica – sekarang sudah berusia 15tahun, dan  Jason Natanael– sekarang berusia 9 tahun.

Pasangan ini berlatar belakang Katolik. Ketika mereka melangsungkan pemberkatan nikah dilangsungkan di Gereja St.Antonius Padua Jatinegara. Mulai beribadah di Gereja Rehobot THB sejak 2006 dan mulai aktif pada kegiatan gereja di th 2011.

Sebelum “berlabuh” di GBI Rehobot, mereka mencari-cari gereja yang pas dan tepat untuk mendewasakan iman mereka.

Ibu Leanah berkata, “Selama belajar kebenaran Firman, di GBI Rehobot, mereka merasa bahwa di sinilah baru belajar hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

Firman yang ditaburkan di GBI Rehobot, menyadarkan bahwa ternyata kita belum benar-benar fokus kepada Tuhan.

Kita bersyukur pada Tuhan karena kita diajarkan bahwa selama hidup di dunia ini adalah sebuah proses belajar yang panjang. Untuk itu mari kita lakoni hidup ini dengan serius dan  layanilah Tuhan dengan tulus. Amin.

Niko bersama isteri dan putra-putrinya
 

Selasa, 29 Oktober 2013

Gathering K3R (2) QUIZ CERDAS CERMAT ALKITAB

 
 

K3R-8 yang diwakili Joseph Marthinus Gultom, Indah dan Rina menjadi pemenang pertama Quiz Cerdas Cermat Alkitab pada Gathering K3R-2013.




Quiz Cerdas Cermat Alkitab menjadi salah satu acara yang paling menarik perhatian peserta gathering K3R—2013 kali ini. Acara ini bertujuan untuk menguji pengetahuan anggota-anggota K3R mengenai materi K3R khususnya dan materi pengajaran di GBI Rehobot pada umumnya. Kisi-kisi pertanyaan diantaranya adalah usia, silsilah, ayat Alkitab, nama tempat, tokoh, istilah atau bahasa asing dan tebak lagu. Quiz dibagi 2 babak yaitu babak I adalah menjawab 15 pertanyaan dari amplop yang akan dipilih oleh peserta dan babak II adalah rebutan dengan menekan tombol.

 
 

Peserta gathering mendukung K3R nya di Quiz


Semua K3R telah menunjuk wakil-wakil terbaiknya untuk mengikuti Quiz. Acara dimulai sesuai jadwal yaitu pukul 13.00 setelah makan siang. Peserta gathering yang telah duduk sesuai dengan kelompok K3Rnya memberikan sorak-sorai yang bergerumuh untuk mendukung wakil-wakilnya. MC Edwin Sihaloho menyampaikan mekanisme permainan dan tata tertibnya.

 




Acara Quiz terdiri dari babak penyisihan dan babak Final. K3R yang akan berkompetisi di Quiz kali ini telah diundi oleh panitia dan para kordinator K3R di bulan Juli 2013 untuk menempati penyisihan I hingga penyisihan III. Selanjutnya dipanggilkan adalah para juri Quiz yang merupakan TPW (Tim Penggembalaan Wilayah) GBI Rehobot THB diantaranya Bp. Fridson Nusa, Bp. Jonas Siahaan dan Bp. Johannes Salim.







Penyisihan I menampilkan K3R-4, K3R-9, K3R-7 dan K3R-6. Pertanyaan-pertanyaan dijawab begitu lancar oleh peserta dari K3R-4 yang dimotori Pdt. Adilianus Halawa dan beberapa penonton berguman dan protes “kan dia pendeta kok boleh ikut sih?”, Panitia menjelaskan bahwa semua peserta diluar Kordinator dan wakil kordinator berhak untuk ikut. Pada babak rebutan peserta saling silih berganti memimin perolehan angka, Yohannes dari K3R-6 menekan tombol walaupun pertanyaan belum selesai dibacakan dan jawabannya memang dibenarkan oleh juri, penonton terkagum menyaksikan.

 



Pada penyisihan pertama ini dimenangkan oleh K3R-6 yang diwakili Lilis Kristiyani, Yohannes dan Merry Herliyani dan berhak maju ke babak final.

 


Penyisihan kedua menampilkan K3R-8, K3R-2, K3R-11 dan K3R-3. Sama seperti penyisihan pertama pertanyaan-pertanyaan yang sulit dapat dijawab oleh masing-masing peserta tidak terkecuali Eli Nababan sebagai juru bicara dari K3R-2. Pada babak rebutan K3R-3 dan K3R-8 saling menyusul dan pada akhirnya babak penyisihan ini K3R-8 keluar sebagai pemenang dan berhak untuk melaju ke babak Final. Ferry Sitanggang yang menjadi salah seorang wakil dari K3R-3 berkomentar seusai acara bahwa dengan mengikuti quiz ini menyadari bahwa ternyata masih banyak belum dikuasai walaupun merasa persiapannya sudah cukup.

 Penyisihan terakhir menampilkan K3R-5, K3R-1 dan K3R-10. Pertanyaan-pertanyaan sulit yang dilontarkan MC memang membuat peserta memeras memory untuk mengingat apa yang sudah dipelajari termasuk sdr. Ondo yang menjadi salah seorang wakil dari K3R-5. Penyisihan ini dimenangkan oleh K3R-1 yang diwakili oleh ibu Nainggolan, ibu Galingging dan ibu Heris berhak untuk tampil pada babak Final.


Babak Final akhirnya menyisakan K3R-6, K3R-8 dan K3R-1 untuk menjadi yang terbaik dari ke 11 tim K3R.

Pada babak Final ini MC terkesima menyaksikan bagai-mana wakil-wakil terbaik dapat melahap pertanyaan sulit termasuk semua bahasa asing atau istilah. Setelah saling menyusul khususnya K3R-6 dan K3R-8 akhirnya K3R-8 keluar sebagai pemenang.

Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada pemenang:


1. K3R-8, terdiri dari Joseph Marthinus Gultom, Indah dan Rina
2. K3R-6, terdiri dari Lilis Kristiyani, Yohannes dan Merry Herliyani
3. K3R-1, terdiri dari ibu Nainggolan, ibu Galingging dan ibu Heris.







SELAMAT KEPADA PEMENANG QUIZ!!!

















Mana yang lebih penting antara : Tanggung jawab dengan Tuhan, tanggung jawab dengan sesama dan tanggung jawab terhadap diri sendiri ?


Bertanggung jawab adalah hakekat manusia yang dicipta segambar dan serupa dengan Allah.

Tanggung jawab artinya : keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan).

Hanya manusia ciptaan Tuhan yang memiliki hakekat wajib menanggung segala sesuatu. Padanya patut dituntut, dipersalahkan dari setiap keputusannya.

 

Nah, manusia dituntut untuk bertanggung jawab kepada Tuhan untuk membangun hubungannya dengan Tuhan. Manusia dituntut untuk bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Tuhan mempercayakan hidup, kemampuan, waktu atau kesempatan, kesehatan, keluarga, pekerjaan, pelayanan, dll.

Manusia harus melakukannya dengan kasih kepada Tuhan dan tidak ada yang terabaikan (1 Kor 10:31, Kol 3:23). Ketika manusia melakukan tanggung jawabnya kepada Tuhan atas seluruh hidup yang dipercayakan kepadanya, pada saat yang sama manusia sedang menunjukkan tanggung jawabnya kepada sesama dan diri sendiri.

 

Misalnya, kita bertanggung jawab kepada Tuhan atas keluarga yang Tuhan percayakan. Dengan kita menjaga keluarga kita dengan baik, mohon bimbingan Tuhan, kita sedang bertanggungbjawab kepada sesama, dalam hal ini keluarga agar keluarga kita bahagia di dalam Tuhan. Dan pada saat yang sama kita pun sedang menunjukkan tanggung jawab kita kepada diri sendiri, yang mengupayakan kebaikan keluarga. Kita sedang belajar maksimal berbuat bagi keluarga. Demikian juga dalam bidang kehidupan yang lain.

 

Jadi tanggung jawab kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan, namun diawali dengan bertanggungbjawab kepada Tuhan.

Kamis, 24 Oktober 2013

Pertanyaan : Apa peran kita dalam gereja lokal kita sendiri ?


Sejujurnya ini sebuah pertanyaan orang yang telah dewasa di dalam Tuhan. Ia ingin berbuat bagi gereja. Ia tidak mau hanya menjadi penonton.

 

Untuk mengetahui apa peran kita bagi gereja lokal, adalah bijak kalau kita menemukannya dari pengertian gereja lokal itu sendiri. Dengan mengerti dan memahami apa itu gereja lokal, maka dengan sendirinya kita akan tahu apa peran kita.

 

Gereja lokal adalah sebuah lembaga yang sah yang beranggotakan orang-orang yang telah  percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamatnya, percaya kepada Alkitab sebagai Firman Allah,  dibaptis, hidup dalam persekutuan, kebersamaan saling mengasihi demi kemajuan iman bersama dan menjadi saksi.

Gereja lokal memiliki sebuah tempat atau gedung, ada kebaktian, kebutuhan operasional dalam menunjang gereja demi pewartaan Injil Tuhan.

 

Dari pengertian gereja lokal di atas, kita menyimpulkan apa yang menjadi peran kita. Peran yang kita lakukan adalah wujud tanggung jawab kita dihadapan Tuhan sebagai jemaat.

 

  1. Kita harus menjadi jemaat yang dewasa rohani. Peran kita dimulai dari kesungguhan kita menjadi jemaat yang dewasa rohani. Kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus dan FirmanNya harus terlihat dari kehidupan nyata sehari-hari, bukan hanya percaya di bibir saja. Orang yang dewasa rohani adalah orang yang selalu haus akan Tuhan dan tidak memikirkan apa yang dia dapatkan tetapi apa yang bisa dilakukannya bagi Tuhannya, yaitu bagi gereja dimana ia ada ( dalam konteks gereja lokal di atas). Dewasa rohani atau paling tidak kerinduan menjadi dewasa rohani ini yang menjadi pilar utama yang harus dimiliki jemaat dalam memainkan perannya jika tidak makan peran yang dimainkannya akan menyimpang dari tujuan sesungguhnya dengan kata lain dimainkan hanya untuk diri sendiri atau kebanggaan diri sendiri.
  2. Dalam gereja lokal ada kebaktian. Kita dipanggil untuk datang berbakti baik itu di kebaktian minggu maupun tengah minggu atau komunitas. Berbakti memuji Tuhan, mendengarkan Firman untuk dididik menjadi jemaat yang dewasa. Untuk itu kita sebagai jemaat harus berdoa bagi setiap kebaktian yang ada, berdoa bagi setiap pelayan Tuhan yang melayani. Dengan demikian jika kita tidak hadir atau malas menghadiri kebaktian-kebaktian di gereja lokal dan tidak berdoa bagi kebaktian dan pelayan Tuhan yang melayani, sesungguhnya kita sebagai jemaat sama sekali tidak memainkan peran dan tidak bertanggung jawab sama sekali di hadapan Tuhan.
  3. Dalam gereja lokal ada persekutuan. Kita tidak bisa hidup sendiri. Orang lainpun tidak bisa hidup sendiri. Masing-masing saling membutuhkan. Untuk bertumbuh orang lain membutuhkan kita dan kita membutuhkan orang lain. Kita membutuhkan pertolongan, nasihat dan penghiburan dari orang lain, kita pun demikian (Fil 2:1). Kita dipanggil untuk berlomba memainkan peran kita dalam komunitas, berlomba saling mengasihi dan saling mendahului dalam memberi hormat (Rom 12:10). Peran kita itu akan menciptakan kebersamaan yang indah yang berujung pada pembangunan iman seluruh jemaat (Rom 15:1-2). Oleh karena jangan lagi berdiam diri hiburlah mereka yang sedih dan kuatkan yang lemah(1 Tes 5:14, Ibr 12:12). 3.Mulailah dengan mengenal anggota jemaat dan bergabunglah dalam K3R. Apakah kita mengenal semua anggota jemaat di gereja lokal kita atau berapa banyak yang kita kenal. Keinginan kita untuk mengenal anggota jemaat merupakan awal melakukan peran kita dalam membangun persekutuan dalam Tuhan.
  4. Kebutuhan  gereja lokal. Gereja lokal memiliki kebutuhan juga. Ada anggota jemaat yang tidak mampu menafkahi dirinya sendiri, kebutuhan hamba-hamba Tuhan, gereja juga memiliki gedung dengan biaya rutinnya, banyak kegiatan-kegiatan atau kebaktian-kebaktian atau program yang harus ditopang secara keuangan. Siapa yang berperan mencukupkan semuanya ? Apakah hanya sebagian orang saja ? Tentu tidak. Semua kita berperan untuk memikulnya. Ibarat perahu jika kita dayung bersama-sama akan menjadi ringan.
  5. Menjadi saksi keluar. Dengan melakukan peran di dalam gereja lokal dengan baik, maka dengan sendirinya kita akan menjadi saksi di luar atau dimanapun kita berada. Karena kita telah hidup dalam apa yang Tuhan kehendaki dalam gereja lokal kita. Kita telah belajar berbagi, berbuat bagi kemajuan iman orang lain di gereja lokal, maka karakter ini akan terbawa ke luar.